Selasa, 08/05/2018 21:37 WIB

Usaha dan Strategi dalam Pengembangan Film Pariwisata

SURFIVAL DINPAR SUMBAR 2018

YAT

YAT

Padang, sumbarsatu.com—Roadshow dalam rangkaian agenda Sumbar Film Festival (SURFIVAL) 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dinpar) Sumatera Barat telah memasuki kota ketiga, Kota Padang. Beberapa waktu lalu roadshow ini telah dilaksanakan di Kota Payakumbuh dan Painan.

Agenda roadshow yang diselenggarakan pada Selasa 8 Mei 2018 ini diselenggarakan di Aula Kantor Dinpar, Padang. Roadshow ini dihadiri oleh pelajar SMA se-Kota Padang dan para pegiat film dari berbagai komunitas.

Sebagai pembuka acara, Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinpar Sumbar, Derliati menyampaikan bahwa SURFIVAL 2018 yang diselenggarakan kali ini difokuskan kepada genre film fiksi dengan harapan sineas di Sumbar dapat mengeksplor pariwisata Sumbar melalui film.

Diskusi yang dimoderatori oleh Findo Brahmata Sandi, seorang praktisi film ini menghadirkan S Metron Masdison, seorang penulis skenario dari Lembaga Kebudayaan Ranah dan Donny Eros, seorang peneliti dan pegiat film dari FIB Unand.

S Metron M dalam pemaparannya di hadapan para peserta workshop menjelaskan bagaimana sebuah film diproduksi menjadi sebuah film yang baik dilandaskan kepada penggarapan ide yang matang dan produksi dilapangan yang berkesinambungan.

“Saya bercuriga ada 2 persoalan mendasar dalam produksi film Sumbar. Pertama pada penggarapan ide tau gagasan yang kurang tepat dan tidak langsung menyentuh pada sasaran objeknya dan yang kedua adalah gagalnya pada tahapan pra-produksi yang tidak jelas,” jelasnya.

Sebagai sebuah usaha untuk pengembangan pariwisata dengan medium film, Donny Eros memfokuskan materinya kepada konsep film pariwisata. Menurutnya, film pariwisata memiliki dasar sebagai usaha promosi wisata serta usaha dalam meningkatkan minat kalangan masyarakat mengunjungi tempat-tempat pariwisata setelah menonton film.

“Film pariwisata itu merupakan film yang mengakibatkan orang-orang datang untuk berpariwisata. Konsep dari film pariwisata adalah penggunaan setting seperti latar, dan unsur kebudayaan dengan dikenalkan melalui sebuah cerita atau plot,” paparnya.

Sementara itu, Hidayat, Ketua Komisi V DPRD Sumbar menyatakan bahwa program-program yang diselenggarakan dalam SURFIVAL merupakan program yang strategis untuk memicu kemunculan sineas-sineas muda baru.

“Jika SURFIVAL kali ini berjalan dengan baik dan sukses, ke depannya akan kita sediakan penambahan anggaran dananya,” ujarnya.

Pernyataan itu merupakan bentuk dukungan lain yang diberikan oleh legislatif dalam pengembangan pariwisata dan kebudayaan ke depannya.

Selain roadshow, agenda yang dilaksanakan dalam SURFIVAL ini ialah workshop film, kompetisi film, dan fasilitasi produksi. Untuk info mengenai kelanjutan kegiatan SURFIVAL ini dapat diakses melalui akun media sosial instagram : @surfival_ dan melalui laman Facebook : Sumbar Film Festival. (SSC/Rel)

BACA JUGA