Kementerian PUPR Bangun Pasa Ateh Bukittinggi Semester II 2018

-

Minggu, 06/05/2018 13:48 WIB
Dirjen Cipta Karya  Sri Hartoyo didampingi Kepala Cabang Nindya Karya Sumbar Ichsani Topot ketika meninjau bekas kebakaran di Pasa Ateh Bukittinggi, beberapa hari lalu.

Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo didampingi Kepala Cabang Nindya Karya Sumbar Ichsani Topot ketika meninjau bekas kebakaran di Pasa Ateh Bukittinggi, beberapa hari lalu.

Bukittinggi, sumbarsatu.com— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya akan mulai pembangunan Pasa Ateh Bukittinggi yang beberapa waktu lalu mengalami kebakaran.

Pasa Ateh Bukittinggi mengalami kebakaran hebat pada 30 Oktober 2017 lalu yang menyebabkan sekitar 1.000 lebih kios pedagang di gedung tiga lantai itu ludes terbakar. Umumnya pedagang Pasa Ateh menjual pakaian, songket, sulam, makanan dan jenis dagangan lainnya.   

Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat meninjau kondisi pasar tersebut pasca kebakaran. Dalam peninjauan yang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa setelah selesai di bangun atau di rehab, pengelolaan pasar tersebut agar dikembalikan lagi kepada masyarakat. 

“Meskipun kewenangan Pemerintah Daerah, namun semua pihak harus turun tangan membantu. Termasuk Kementerian PUPR,” kata Menteri Basuki.

Sementara itu Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo mengatakan pembangunan Pasa Ateh akan dilaksanakan pada pertengahan tahun ini.

“Biaya yang dibutuhkan diperkirakan sebesar Rp 354 miliar melalui APBN tahun 2018. Pembangunan diperkirakan memakan waktu 17 bulan dengan kontrak tahun jamak 2018-2019,” kata Sri Hartoyo dalam kunjungannya ke Bukittinggi baru-baru ini. 

Berkenaan dengan desain gedung Pasa Ateh, akan menerapkan prinsip bangunan gedung hijau yaitu hemat energi sehingga mengurangi emisi karbon. Selain itu desain pasar akan dibuat menarik sehingga menambah daya tarik wisata Bukittinggi karena lokasinya berada di pusat wisata Jam Gadang. 

“Konsep akan disesuaikan dengan fungsi kota sebagai kota tujuan wisata dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan Pemerintah Daerah,” jelas Sri Hartoyo. 

Menurutnya luas lahan Pasa Ateh akan dikembangkan dari 1 ha menjadi 1,4 ha. Selain itu akan dilakukan pergeseran tapak sejauh 10 meter ke belakang untuk lebih memperluas areal pedestrian Jam Gadang. Lantai yang semula dirancang sebagian untuk basemen dan sebagian untuk kios akan digunakan seluruhnya untuk parkir basement. 

Sementara itu Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengharapkan pembangunan Pasa Ateh dapat berlangsung sesuai jadwal karena menyangkut nasib pedagang yang terdampak bencana kebakaran. Pada saat ini, Pemerintah Kota Bukittinggi sedang melakukan pembongkaran dan pembersihan lokasi. 

Secara bersamaan juga tengah dilakukan pelelangan yang dijadwalkan selesai akhir Juni 2018, sehingga awal Juli 2018 sudah dimulai konstruksi fisiknya. (SSC/Rel)

BACA JUGA