Jum'at, 20/04/2018 20:45 WIB

Berkat Kunyit, Zubirman Raup Rezeki Puluhan Juta

-

-

Agam, sumbarsatu.com - Kunyit dikenal sebagai tanaman obat dan bumbu dapur. Biasanya ditanam di pekarangan.

Namun Zubirman alias Subin (47), warga Labu Pacah, Jorong IV, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, memanfaatkan lahan tidur untuk menanam kunyit.

Menanam kunyit bagi Zubirman, berawal dari ide pemanfaatan lahan kosong, namun modal terbatas.

"Saya mempunyai lahan tidur yang jauh dari pemukiman, sulit untuk di garap. Ada teman menyarankan agar ditanami dengan kunyit, “ uajrnya.

Maka jadilah Subin menanam kunyit. Dengan modal sedikit, ia mampu menanam kunyit di lahan seluas 1 Ha. Dijelaskan Subin, dalam 1 Ha, tahap awal mulai dari pembersihan lahan sampai pembelian bibit ia hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp 1,5 juta.

Dalam satu hektar lahan itu Subin bisa menghasilkan 3 sampai 4 ton umbi kunyit, dengan harga jual ke pedagang pengumpul Rp 20 ribu/Kg.

"Kunyit bisa ditanam di lahan atau terlindung pepohonan, tidak masalah. Namun setiap bulannya rumpun tanaman harus dibersihkan, " ujarnya pula.

Selain tidak memakan banyak modal, kunyit memiliki banyak kelebihan. Di antaranya, tahan terhadap penyakit dan cuaca ekstrim, serta tidak disukai hama atau binatang hutan. Perawatan tidak rumit, cukup dengan membersihkan rumput liar yang ada di sekitarnya, tanpa harus di pupuk.

"Saya biasanya mengunjungi kebun kunyit 1 bulan sekali untuk mencabuti rumput liar yang tumbuh, nanti setelah umur 10 bulan baru di panen, " ujarnya menjelaskan.

Menurutnya, 1 Ha tanaman kunyit, ia berhasil meraup penghasilan sekitar 60 juta, Kamis, (18/4/2018). Yang jadi uang bukan hanya umbi kunyit, tetapi daunnya juga dihargai pedagang pengumpul Rp1.500/Kg.

Karena ternyata menguntungkan, akhirnya Subin mengembangkan tanaman kunyitnya menjadi 5 Ha. Bahkan, ia sudah mampui memproduksi bibit kunyit sendiri, sehingga tidak perlu la mengeluarkan biaya untuk pengadaan bibit. (MSM) 

 

BACA JUGA