Camat Pasaman Palsukan Tanda Tangan dan SPj Fiktif

Kamis, 12/04/2018 14:19 WIB
Salah satu bukti SPJ fiktif yang seharusnya handle kunci  diganti, tetapi kenyataanya tidak diganti dengan yang baru. Padahal dalam SPJ disebutkan diganti. (Foto ist)

Salah satu bukti SPJ fiktif yang seharusnya handle kunci diganti, tetapi kenyataanya tidak diganti dengan yang baru. Padahal dalam SPJ disebutkan diganti. (Foto ist)

Simpang Empat, sumbarsatu.com-- Camat Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat,  EH, diduga palsukan tanda tangan staf dan membuat surat pertanggungjawaban (SPJ) fiktif untuk mencairkan sejumlah anggaran kegiatan yang ada.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian ini sudah berlangsung sejak akhir 2017 lalu. Sejumlah SPj kegiatan "dimainkan" bahkan ada dugaan tanda tangan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dipalsukan untuk mencairkan anggaran.

Kepala Sub Bagian Umum Kantor Camat Pasaman, "D" kepada wartawan di ruangan kerjanya, Rabu (11/4) membenarkan kejadian itu.

"Bukti SPJ-nya ada sama saya. Tanda tangan saya juga diduga ada yang dipalsukan. Belum lagi kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai dan dicairkan 100 persen," katanya.

Menurutnya, puluhan juta uang kegiatan dicairkan dengan kejanggalan SPJ dan tidak sesuai nama kegiatannya bahkan diduga tanda tangan staf banyak dipalsukan.

Ia menyebutkan diantara kegiatan yang diduga fiktif adalah kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), beli Alat Tulis Kantor (ATK) dan sejumlah rapat kegiatan.

Selain itu, kegiatan rehap kantor camat tidak sesuai dengan perencanaan yang ada. Misalnya, barang yang seharusnya diganti, tidak diganti namun anggaran tetap cair.

"Contoh kecilnya saja handle kunci pintu yang seharusnya semua diganti tidak diganti. Hanya sebagian diganti. Belum lagi yang lainnya," sebutnya.

Belum lagi acara Bimtek yang diadakan di Kota Padang. Bimteknya memang ada tetapi kegiatannya berbeda dengan peserta yang di SPJ-kan berbeda bahkan diduga dipalsukan.

"Saya berani mempertanggungjawabkan komentar saya ini. Sudah jadi rahasia umum di lingkungan staf kantor camat Pasaman ini. Saya sudah tidak tahan lagi dan banyak kami yang tidak diberdayakan sesuai tugas dan fungsi yang ada," sebutnya.

Mengenai dugaan pemalsuan tanda tangan, dirinya pikir-pikir dulu langkah apa yang akan ditempuh.

"Di bagian saya saja sekitar Rp20 juta uang dicairkan yang tidak jelas. Mudah-mudah-mudahan ini menjadi perhatian pimpinan," harapnya.

Ia juga sangat menyayangkan dengan adanya sumbangan melalui proposal Camat yang ada ke pasar-pasar untuk pembinaan pondok Alquran. Padahal tidak ada surat edaran bupati atau aturan lainnya.

"Kita merasa malu karena minta sumbangan ke pedagang-pedagang pasar. Padahal untuk pembinaan Pondok Alquran sudah dianggarkan di anggaran perubahan nanti," katanya.

Sementara itu, Camat Pasaman, Edward Hadinata saat dikonfirmasi melalui telephone genggamnya Rabu, (11/4) mengatakan, permasalahan itu semuanya sudah diselesaikan di akhir tahun 2017 lalu. Sebab, kegiatan itu berada di tahun anggaran 2017.

"Semua kegiatan tidak ada yang fiktif  dan tidak ada tanda tangan yang dipalsukan. Semuanya ada dilakukan termasuk rehap kantor dan bimtek di Kota Padang," katanya sambil mengatakan ada tamu dan mematikan telepon genggamnya. (SSC)

BACA JUGA