Teater Imam Bonjol Padang "Menyilau Kata" Mengenang yang Meninggal

Senin, 09/04/2018 06:55 WIB
Penampilan Musikalisasi Puisi Teater Imam Bonjol UIN Padang, dalam rangka Menyilau Kata mengenang mereka mati muda.

Penampilan Musikalisasi Puisi Teater Imam Bonjol UIN Padang, dalam rangka Menyilau Kata mengenang mereka mati muda.

Padang, sumbarsatu.com--Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Imam Bonjol (IB) Padang mengadakan acara "Menyilau Kata" untuk mengenang anggota serta alumni teater yang telah mati muda. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Mansur UIN IB Padang Sabtu (07/04/2018) pukul 20.00 WIB.

Kepergian beberapa anggota serta alumni Teater Imam Bonjol Padang dalam usia muda tentu menorehkan luka mendalam di hati orang-orang di sekitarnya. Di antara mereka yang dikenang yakni, Julnadi, Riki Permadona, Tegar Dani Putra Nusantara (Tejo), Yuliati Warman, Jhon Iswandi Oky Lutfi dan Leni Wati.

"Rezeki, jodoh dan kematian memang sudah ditakdirkan oleh sang kuasa dan tidak bisa diganggu gugat. Begitupun dengan nasib anggota serta alumni teater yang telah pergi selamanya, kata Pembina TIB Padang," Zelfeni Wimra, seorang pengajar dan anggota senior Teater Imam Bonjol, Minggu (8/4/2018).

Di usia yang masih tergolong muda, ketujuh anggota dan alumni ini sudah meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Kematian mereka ini pun terasa mengejutkan dan menyesak ke dada.

Tentunya, satu persatu kepergian para talenta muda itu menyisakan luka terdalam bagi masyarakat kampus serta karip kerabat.

Lanjut Wimo sapaan akrabnya, dari satu generasi menuju generasi lain karya terus diwariskan, dan dari orang-orang yang telah pergi kita sadari benar akan perubahan yang abadi dan mereka yang mati muda ini adalah pelajaran bagi kita semua kedepannya.

Ia menambahkan, bahwa mengenang mereka yang telah pergi ini merupakan atas kepedulian kita bersama.

"Kita semua tak tahu pasti apa yang akan terjadi esok kecuali hanya kematian yang pasti akan menjemput kelak. Agar ketika saatnya pergi telah tiba, kita hanya dapat meninggalkan karya yang cukup berharga," ujarnya.

"Itulah diri ketujuh mereka yang mati muda, maka kami masih akan menyayangi. Kami ingin menyayangi. Kami ingin memeluk kelian sekali lagi. Itu yang seharusnya bisa kami lakukan," kata Oky Saputra, Ketua Teater Imam Bonjol Padang.

"Kami ingat betul saat abang-abang memberi insfirasi bagi kami. Kami semua tahu perasaan itu. Abang-abang yang telah mendahului adalah aktor yang paling spesial, fantastis dalam hidup kami, kami sangat merindukan dan ingin menggenggam tangan kembali," ujarnya sambil menetesakan air mata.

"Abang-abang yang telah mendahului itu yang terbaik. Kalin sudah bekerja keras. Kami akan pastikan kalian tak akan sendirian," tutupnya. (MIN)

Penampilan Musikalisasi Puisi Teater Imam Bonjol UIN Padang, dalam rangka Menyilau Kata mengenang mereka mati muda.

BACA JUGA