Senin, 12/03/2018 15:03 WIB

Aisyiyah Sumbar Gelar Pengajian di Masjid Agung Nurul Fallah Lubuk Basung

Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah, mengimbau Kader Aisyiyah Muhammadiyah se-Sumatera Barat terus menggelar kegiatan keagamaan

Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah, mengimbau Kader Aisyiyah Muhammadiyah se-Sumatera Barat terus menggelar kegiatan keagamaan

Agam, sumbarsatu.com- Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah, mengimbau Kader Aisyiyah Muhammadiyah se-Sumatera Barat terus menggelar kegiatan keagamaan, meski tantangan globalisasi berupa budaya modrenitas terus menggerus keimanan umat.

Imbauan itu disampaikannya ketika memberikan sambutan pada acara pengajian yang digelar kader Aisyiyah Muhammadiyah Wilayah Sumbar, di Masjid Agung Nurul Fallah Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Minggu (11/3/2018).

"Pasalnya, apabila pengetahuan agama sudah baik, maka kita dapat membentengi diri dari kondisi kekinian, yang akan membawa dampak negatif bagi lingkungan, terutama bagi generasi muda yang saat ini tengah berada di zaman keterbukaan teknologi informasi, di mana dunia seolah tidak ada batasnya," ujarnya, di hadapan 1.500 kader Aisyiyah yang hadir.

Di samping itu, mantan Dosen Teknik Industri UNAND itu juga berharap kepada Aisyiyah, untuk giat melakukan pengaderan kepada kaum ibu yang masih muda, agar regenerasi terus berlanjut.

"Saya harap generasi muda juga diikutkan dalam pengajian ini, agar regenerasi dan dakwah terus berjalan," ujarnya pula.

Menurutnya, saat ini di Kabupaten Agam, sedang gencar-gencarnya pelaksanaan program "Gerakan Nagari Madani". Subtansinya, semua elemen masyarakat, terutama generasi muda menyiarkan Agama Allah melalui seruan kembali ke surau.

"Kita ingin peradaban orang Minangkabau yang berlandasan Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) bisa diimplementasikan ke dalam kehidupan masyarakat,” uajrnya berharap.

Dijelaskan, fungsi surau tidak hanya tempat beribadah salat lima waktu, melainkan juga bisa sebagai tempat kegiatan sosial kemasyarakatan.

Wabup menilai, pertemuan pengajian itu merupakan salah satu dari implementasi Gerakan Nagari Madani.

Ia berharap, Muhammadiyah dan Aisyiyah di Agam bersama-sama membangun masyarakat yang madani.

Ketua Aisyiyah Provinsi Sumbar, Mailiarni Rusli, mengatakan kegiatan pengajian rutin yang dilaksanakan sekali tiga bulan itu, bukan sekedar kegiatan datang beramai ramai berkumpul di masjid, tapi salah satu bentuk kegiatan amal sosial.

"Melalui forum ini kita bisa saling berbagi pengalaman. Bagaimana ke depannya agar kita tetap eksis berkontribusi pada pemberdayaan perempuan, dengan memperkuat partisipasi perempuan di seluruh aspek kehidupan sosial dan ekonomi," ujarnya.

Di tingkat nasional, Aisyiyah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan Standar Pelayanan Minimum (SPM). Di tingkat lokal, Aisyiyah berfokus pada pembentukan Balai Sakinah Aisyiyah (BSA), yang merupakan kelompok perempuan di tingkat lokal.

Sementara itu, Pimpinan Muhammadiyah Sumbar, Syofwan Karim menyatakan, Aisyiyah sebagai organisasi perempuan tertua di Indonesia harus tetap berdiri di garda terdepan, dengan management organisasi yang kuat, pendidikan politik yang sehat, hingga pemihakan pada isu-isu yang responsif gender di ranah publik.

Salah satu tantangan kader Aisyiyah saat ini dan mendatang adalah pengaruh dari perkembangan era milenium, yang sudah menjadi nadi bagi kebutuhan hidup, salah satunya pengaruh dari gadget.

"Saya minta kepada ibu-ibu Aisyiyah untuk mengawal anak-anak mereka terhadap perkembangan anak setiap waktu. Di mana, dengan siapa, dan bagaimana anak kita bergaul," ujarnya. (MSM)

Suasana pengajian Aisyiah Sumbar di Masjid Nurul Fallah Lubuk Basung

BACA JUGA