Jum'at, 09/03/2018 05:42 WIB

Himmatul Hasanah: Satu Jam Merusak Enam Bulan Hasil Kerja

Peserta workshop APKASI

Peserta workshop APKASI

Agam, sumbarsatu.com- Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan APKASI Himmatul Hasanah, M.P Himmatul Hasanah mengatakan, satu di antara sekian banyak permasalahan yang terus menjadi pekerjaan rumah pemerintah adalah pemerataan, dan kualitas pendidikan. Seperti diketahui, pendidikan sangat fundamental dalam menjaga masa depan bangsa, dan fondasi paling kuat di tengah sengitnya persaingan regional, dan globalisasi.

"Jika pendidikan di daerah dibiarkan seperti ini, dan tidak mendapatkan perhatian serius, sulit rasanya bisa bangkit dan bersaing dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dari negara-negara lain," ujarnya, Kamis (8/3/2018).

Hal itu secara terus menerus selalu menjadi perhatian para bupati di seluruh Indonesia. Pada intinya, pendidikan harus dimulai secara holistik, mulai dari ketersediaan bangunan, serta sarana dan prasarana yang diperlukan dalam mendukung proses belajar mengajar.

"Jika bicara infrasturktur, dan sarana pendukung, tentu kita tidak bisa mengartikan, bahwa pemerintah berusaha tentang dua hal tersebut," ujarnya pula.

Ia menyebutkan, berdasarkan penelitian, saat ini anak-anak sudah mencapai 80 persen melihat tayangan pornografi di media. Enam bulan guru mengajar, akan pupus hasilnya apabila anak-anak melihat tayangan pornografi itu dalam satu jam. Hal itu salah satu yang menjadi perhatian APKASI, dan menjadi dasar dalam melaksanakan workshop pendidikan tersebut.

APKASI melihat, bahwa tenaga pengajar harus mendapatkan bimbingan intensif, sehingga proses pembelajaran di sekolah berlangsung dengan baik. Adanya interaksi antara pendidik dengan anak didik, serta bagaimana agar mencapai kualitas pada hasil pendidikan,” ujar Dosen Universtas Negeri Yogyakarta itu, dalam workshop yang digelar Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), menggelar Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan Bagi Guru Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Agam.

Workshop tersebut dilaksanakan dua hari, di tempat yang berbeda. Kamis (8/3/2018), di SMAN 1 Tilatang Kamang, dan Jum'at (9/3/2018) di SMKN 1 Tanjung Raya.

Workshop diikuti 645 guru SD, dan dibagi dua angkatan, angkatan I diikuti 335 guru, dan angkatan II dengan peserta 310 orang.

Bupati Agam, diwakili Asisten II Setda Agam, Ir. H.Isman Imran, M. Si mengatakan, Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya untuk mengembangkan pembangunan sektor pendidikan, karena pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan, dan pembentukan watak, serta kepribadian yang bermartabat, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurutnya, pendidikan akan membawa peserta untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cakap, kreatif, mampu bersaing pada taraf nasional, dan internasional, serta menjadi anggota masyarakat yang demokratis.

"Guru merupakan komponen penting dalam melaksanakan pendidikan formal di sekolah. Karena itu diharapkan guru harus profesional dalam mendidik, mentransformasikan pendidikan, dan bisa memotivasi peserta didik untuk membangun karakter positif," ujarnya berharap.

Disebutkannya, dengan kehadiran APKASI, mudah-mudahan menjadi solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini, khususnya di bidang pendidikan. Tidak terlalu berlebihan, jika workshop peningkatan mutu pendidikan menjadi titik terang peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Agam.

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam Drs. Irsa, M.Pd, dan unsur lainnya. (MSM)

BACA JUGA