Yulizal Yunus: Kehadiran RMI dan BMI Rangsang Dinamika Kepenulisan Sumbar

Sabtu, 03/03/2018 20:55 WIB
orasi sastra Yulizal Yunus yang dibacakannya pada syukuran 82 tahun usia Rusli Marzuki Saria di Hotel Mariani Padang, Sabtu (3/3/2018).

orasi sastra Yulizal Yunus yang dibacakannya pada syukuran 82 tahun usia Rusli Marzuki Saria di Hotel Mariani Padang, Sabtu (3/3/2018).

Padang, sumbarsatu.com--Mengangumi dan menghargai adalah cara Rusli Marzuki Saria mengawal yang muda bersastra, terutama menyair. Semua forum atau sekadar basuo, Rusli Marzuki Saria, yang akrab disapa Papa ini, selalu menyemangati, memotivasi, dan menghargai para muda yang dilihatnya berbakat bersastra.

Demikian orasi sastra Yulizal Yunus yang dibacakannya pada syukuran 82 tahun usia Rusli Marzuki Saria di Hotel Mariani Padang, Sabtu (3/3/2018).

"Papa Rusli Marzuki Saria menjadi sebutan dan diviralkan dari bibir ke bibir. Ia memainkan perang penting sebagai "pengawal sastra" nasional dari Sumatera Barat dengan rubrik Remaja Minggu Ini (RMI) dan Budaya Minggu Ini (BMI) di Harian Umum Haluan," kata pengajar sastra di Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Imam Bonjol Padang ini.

RMI merupakan lembaran untuk kalangan remaja yang terbit setiap Minggu menghadirkan puisi, cerpen, dan esai. Setiap puisi dan cerpen yang terbit, selalu diikuti dengan tulisan motivasi dan apresiasi dari sastrawan atau pengamat sastra. Sedangkan, BMI diproyeksikan untuk karya sastra yang ditulis sastrawan. BMI saat itu bisa dianalogikan sebagai ruang "wisuda" bagi penulis di Sumatera Barat dan juga di provinsi lainnya, seperti Riau, Jambi, dan Lampung. Pokoknya, saat itu, jika tulisan sudah dimuat di BMI Haluan, maka sudah bisa disejajarkan dengan penulis yang sudah punya nama.

Lebih jauh dikatakan Yulizal Yunus, hadirnya RMI dan BMI yang diasuh Rusli Marzuki Saria berkontribusi pada dinamika polemik di kalangan penulis, sastrawan dan budayawan.

"Setiap hari Selasa, BMI hadir dengan beragam dinamika yang memicu polemik dan perdebatan. BMI terkesan sangar berwibawa saat itu. Polemik di media-media kampus di Padang, bisa terseret sampai ke BMI karena Papa meresponsnya. Kondisi yang kondusif ini sudah langka ditemui saat ini. Media surat kabar kian jauh dari dinamika polemik," terang Yulizal Yunus.

Perayaan 82 tahun usia Papa Rusli Marzuki Saria (26 Februari 1936-26 Februari 2018) yang dihelat Sastri Bakry bersama Dasril Ahmad, Muhammad Fadhli, Chairita Chaidir, Denni Meilizon, dan Sri Mulyani ini dilakukan dengan sederhana namun berisi.

"Ini perayaan ulang tahun Papa Rusli Marzuki Saria yang ke-82 tahun yang dilakukan dengan penuh kesederhanaan tetapi tetap menjaga kualitasnya. Papa sudah menjadi milik bersama dan kita rayakan bersaman-sama. Kegiatan penting ini juga didukung oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat," kata Sastri Bakry yang didaulat sebagai Ketua Pelaksana Kegiatan ini.

Selain orasi sastra, perayaan 82 tahun Papa RMS ini, juga diisi dengan pembacaan puisi, antara lain Indra C Tamsin, Denni Saputra, Sovia Trisni, Refdinal Muzan, Deni Saputra, Pinto Janir, peluncuran buku "Parewa Sato Sakaki" karya Rusli Marzuki Saria yang diterbitkan Kabarita Padang, dan buku "Sang Pengawal Sastra".

Tampak hadir para penulis RMI yang kini telah berkarier dalam beragam sektor, antara lain Emma Yohana (anggota DPD RI), Refrizal Sikumbang (anggota DPR RI), dan sastrawan Darman Moenir, Armeynd Sufhasril, Refdinal Muzan, Deni Saputra, Alwi Karmena, Pinto Janir, Indra Martini, Yurnaldi, Rizal Tanjung, Lail Khair Elrasyid, Nani Dewita, Maya Lestari Gf, Esha Tegar Putra, Sudarmoko, Ragdy F Daye, Lismomon Nata Ramdalel, Gusdi Sastra, Raden Rita Yusri, Arbi Tanjung, Yasnida Syamsuddin, dan lainnya.

Kegiatan yang riang gembira ini dilengkapi dengan pemotongan kue ulang tahun Rusli Marzuki Saria sekaligus disertakan nyayiannya. Selamat Papa Suli. (SSC)

BACA JUGA