IJTI Sampaikan Deklarasi Damai dan Seruan Moral Pilkada 2018

Jum'at, 02/03/2018 17:33 WIB
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan "Deklarasi Damai dan Seruan Moral" terkait dengan pelihan umum kepala daerah (pilklada) 2018 yang dilaksanakan serentak di Indonesia, Jumat (2/3/2018) di Gedung Dewan Pers Jakarta.

Jakarta, sumbarsatu.com--Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan "Deklarasi Damai dan Seruan Moral" terkait dengan pelihan umum kepala daerah (pilklada) 2018 yang dilaksanakan serentak di Indonesia, Jumat (2/3/2018) di Gedung Dewan Pers Jakarta.

Deklarasi pilkada damai ini dibacakan anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi. Ikut serta membacakan deklarasi Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana, Pemred CNN Indonesia, Titin Rosmasari beserta Ketua dan Pengurus Daerah se-Indonesia, termasuk Ketua Pengda IJTI Sumatera Barat, John Nedy Kambang

"Deklarasi merupakan bagian dari diskusi dan seminar nasional: "Jurnalis Televisi, Pilkada Damai Tanpa SARA di Hall Dewan Pers Jakarta, yang dilaksanakan Jumat ini," kata Imam Wahyudi.

Tahun 2018 akan berlangsung pilkada serentak. Perhelatan akbar yang tujuan utamanya menyerahkan kedaulatan sesungguhnya kepada rakyat untuk memilih pemimpinnya di 171 wilayah, ini merupakan gelombang ketiga pilkada serentak yang dimulai sejak tahun 2015-2017 lalu.

Disadari atau tidak pada pilkada serentak gelombang sebelumnya telah terjadi berbagai peristiwa-peristiwa negatif yang justru melemahkan hakikat demokrasi yang sesungguhnya.

“Rakyat sebagai pemegang kedaulatan, tidak diberikan kebebasan untuk memilih pemimpinnya, namun cenderung dipaksakan oleh kelompok-kelompok tertentu dengan berbagai iming-iming dan disertai sejumlah tekanan intrik yang ditandai pula dengan menyebarnya isu-isu kabar dan informasi yang simpang siur yang jauh dari kebenaran yang sesungguhnya atau hoaks,” kata Yadi Hendriana.

Berikut lima poin "Deklarasi Damai serta Seruan Moral":

  1. Kami anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) berjanji merawat, menjaga serta menjalankan prinsip-prinsip independensi dalam setiap peliputan pilkada serentak di seluruh indonesia.
  2. Kami anggota Ikatan Jurnalis Televisi Ndonesia (IJTI) berkewajiban menyampaikan fakta dan peristwa yang sebenarnya manakala melakukan peliputan pilkada serentak dengan memegang teguh prinsip-prinsip cover both side.
  3. Kami anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) berkewajiban untuk tidak menyampaikan berita bohong atau hoax, yang berpotensi menimbulkan kekisruhan/kekacauan di masyarakat. 
  4. Kami anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), berkawajiban merawat/ menjaga dan memperjuangkan kebhinekaan indonesia dengan tidak menyiarkan informasi yang berkaitan dengan isu suku, agama dan ras serta golonga tertentu yang bisa menimbulkan perpecahan.
  5. Kami Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) berjanji memegang teguh amanat undang-undang penyiaran, kode etik, serta pedoman prilaku penyiaran dan standart program siaran (P3SPS) dalam peliputan pilkada serentak. (SSC/Rel)

 

BACA JUGA