BBM Subsidi Menghilang, SPBU Jual ke Pengecer Jeriken, Harga Rp7000 Per Liter

Rabu, 28/02/2018 21:40 WIB
Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 14.263.535 Simpang Air Balam, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar)

Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 14.263.535 Simpang Air Balam, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar)

Pasaman Barat, sumbarsatu.com---Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 14.263.535 Simpang Air Balam, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) habiskan kurang lebih 12.000 liter bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis premium untuk pedagang yang menggunakan jeriken dalam waktu satu malam. Hal tersebut telah berlangsung lebih setahun terakhir.

Kondisi ini dibenarkan oleh pihak SPBU dan sudah menjadi rahasia umum. Pengelola SPBU 14.263.535 Candra, saat dikonfirmasi dikediamannya Rabu (28/2/2018), mengakui bahwa hal tersebut sudah rahasia umum dan tidak perku heran. Lagi pula, menjual pada pedagang menggunakan jeriken di SPBU tersebut telah berlangsung lebih setahun terakhir dan tidak ada masalah. Dikatakannya seluruh SPBU di Pasbar juga melakukan hal tersebut.

“Itu sudah rahasia umum, jika tidak percaya silakan pantau seluruh SPBU di Pasbar ini. Ini merupakan prinsip dagang, kami juga ingin keuntungan," katanya.

Masalah perselisihan harga, pihaknya membenarkan adanya selisih harga Rp300-Rp400 di setiap liternya.

"Itukan merupakan uang jasa namanya. Pihak Pertamina juga mengetahui selisih harga tersebut dan tidak ada masalah," terang Candra.

Namun, masyarakat yang berhak memperoleh premium jenis subsidi tersebut mengeluh dengan tingkah Pertamina. Apalagi, kedatangan premium sudah dikondisikan oleh pihak SPBU bersama dengan pedagang eceran jeriken.

Rofal, salah seorang masyarakat Simpang Air Balam mengatakan, menjual premium kepada pembeli menggunakan jeriken bahkan ada juga yang memakai drum dan tangki olahan sudah menjadi pemandangan yang biasa di SPBU tersebut. Ketika mobil tangki yang berisi BBM jenis premium tiba, puluhan mobil yang berisi jeriken dan tangki olahan tampak berjajar rapi menunggu giliran pengisian.

"Kami sangat merasa kecewa pada SPBU 14.263.535, dan juga pada Pertamina karena BBM jesis pemiun bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat pengguna kendaraan bermotor, malah dijual pada pedagang pengecer yang menggunakan jeriken dengan kapasitas besar," pungkasnya.

Sebagai masyarakat yang berhak mendapatkan BBM subsidi, sangat kecewa kepada pihak SPBU. Ia berharap pihak Pertamina mempertanyakan keseriusan pengelola SPBU tersebut dalam melayani masyarakat.

Dari pantauan Jumat (23/2) dini hari, memang ada antrean puluhan mobil yang berisi jeriken siap diisi. Untuk mengelabui petugas, pengisian dilakukan pukul 00.00 sampai 05.00 dini hari. Dalam proses pengisian jeriken lampu dimatikan.

Salah seorang pembeli mengatakan, setiap jeriken yang berisi 22 liter premium dibayar seharga Rp154 ribu kepada petugas pengisian. Itu artinya setiap liternya dijual seharga Rp7.000 per liter. Sementara harga yang ditetapkan pemerintah hanya sebesar Rp 6.450 per liter.

“Ada selisih harga kurang lebih Rp550 per liter atau Rp12.100 per jeriken dan itulah yang membuat petugas SPBU 14.263.535 lebih suka menjual kepada pembeli menggunakan jeriken. Coba kalikan 15.000 liter setiap kali datang berapa keuntungan yang mereka dapat,” terangnya tanpa ingin disebutkan namanya. (SSC)

 

BACA JUGA