Situasi Kantibmas di Pasaman Barat Aman dan Damai

Selasa, 27/02/2018 16:47 WIB
Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Pribadi Santoso tinjau situasi Kantibmas di Nagari Giri Maju Luhak Nan Duo Pasaman Barat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Pribadi Santoso tinjau situasi Kantibmas di Nagari Giri Maju Luhak Nan Duo Pasaman Barat.

Simpang Empat, sumbarsatu.com---Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Pribadi Santoso mengimbau kepada masyarakat Pasaman Barat agar jangan terpancing dengan berita hoaks di media sosial (medsos) berkaitan dengan isu yang mengarah suku, agama, ras antargolongan (SARA) yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Tidak ada evakuasi jemaah (gereja) beribadah di Nagari Giri Maju, Kecamatan Luhak Nan Duo Pasaman Barat. Yang adalah adalah pemerintah daerah melalui Satpol PP memfasilitasi jemaah untuk beribadah dengan mobil ke Jambak,” ujar Kapolres Pasaman Barat Iman Pribadi saat bertemu dengan, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Suharjo Lubis, Pendeta Marikon Simbolon, dan jajaran pendeta, Kaban Kesbang Edi Murdani, Kasatpol PP Edison Zalmi, Selasa (27/2) di ruang Kapolres setempat.

BACA: Setara Institute Kecam Pembubaran Kebaktian HKBP di Pasaman Barat

Kapolres sangat menyayangkan adanya berita hoaks yang memplintir informasi dari yang sebenarnya terjadi di lapangan seolah-olah Pasaman Barat ini rusuh atau kacau, padahal tidak ada.

Dia menyebutkan, tidak pernah ada Ormas atau warga yang membubarkan jemaah Gereja saat beribadah di Nagari Giri Maju Kecamatan Luhak Nan Duo.

“Seolah-olah Pasaman Barat ini ceos atau darurat saja, padahal masyarakat di sini damai-damai saja. Kerukunan umat bergama di Pasaman Barat damai-damai saja, tidak ada masalah. Makanya jangan terpancing dengan berita hoaks yang akan memecah belah atau mengadu-domba persatuan. Kita di sini rukun-rukun dan damai saja,” tukas Iman.

Dia menghimbau kepada pemuka agama agar menjaga situasi agar kondusif, apalagi sekarang tahun politik, jangan sampai mau diadu domba.

“Jangan sampai ada SARA, sebab negara kita negara Pancasila yang dirikan oleh berbagai tokoh agama. Untuk itu jangan sampai dirusak apa yang telah didirikan oleh pendiri bangsa kita,” sebut Kapolres.

Dia juga menghimbau semua pihak dan tokoh agama agar sama-sama saling menghargai sehingga suasana kerukunan antar umat beragama tetap terjaga.

BACA: Resahkan Warga Pasaman Barat, Pembangunan Gereja Dihentikan

Soal aturan, tatacara mendirikan rumah ibadah, Kapolres juga mengajak agar semua pihak mematuhi aturan yang ada, sehingga tidak menimbulkan keresahan atau pun menganggu kerukunan umat beragama. Kapolres juga menjamin kebebasan atau keamanan beribadah di Giri Maju.

Turun ke Lokasi

Begitu responsnya, Kapolres Iman Pribadi Santoso, terhadap informasi hoax yang ada di media sosial, Kapolres Pasaman Barat didampingi, Waka Polres Kompol Sukirman, Kapolsek Pasaman AKP Muzhendra dan jajaran bersama Kepala Badan Kesbangpol Pemkab Pasbar Edi Murdani, langsung turun ke lokasi tempat peribadatan non muslim di Nagari Giri Maju Luhak Nan Duo, Pasaman Barat. Kapolres menjumpai para tokoh dan pendeta setempat secara persuasif.

“Ternyata, setelah kita turun ke lapangan, ternyata di sini masyarakat hidup bertetangga damai dan rukun saja. Tidak ada masalah di lapangan, untuk itu jangan dijadikan media sosial atau berita online sebagai provokasi yang menimbulkan keresahan yang bakal membuat perpecahan,” sebut Kapolres. (SSC)

BACA JUGA