Minggu, 25/02/2018 22:20 WIB

Nofi Candra Sosialisasi Kinerja Konstitusional DPD RI di Surau Rumah Gadang

Gerakan Literasi Surau Minangkabau

Nofi Candra, sosialisasi kinerja konstitusional DPD RI di Surau Rumah Gadang.

Nofi Candra, sosialisasi kinerja konstitusional DPD RI di Surau Rumah Gadang.

Padang, sumbarsatu.com—Salah satu wujud kinerja Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI)  adalah mewujudkan gerakan literasi di masyarakat. Dukungan tersebut tercermin dalam sosialisasi peran konstitusional DPD RI yang langsung ke Sasaran Baco Bukit Ase di Surau Rumah Gadang, Lolo, Gunuang Sariak, Kuranji, Padang. Anggota DPD RI asal Sumbar, Nofi Candra, langsung bertemu masyarakat dalam sosialisasi tersebut, Minggu (25/2) sore.

Nofi Candra mengungkapkan DPD RI selalu melibatkan semaksimal mungkin elemen-elemen masyarakat dan daerah tanpa terkecuali masyarakat hukum adat.

"Pertemuan langsung dengan masyarakat ini perlu dicatat sebagai bahan introspeksi secara kelembagaan dan bahan referensi bagi seluruh komponen bangsa dalam melihat sejauh mana lembaga ini berhasil menjalankan amanat konstitusi, memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah dalam kebijakan legislasi di tingkat nasional," papar Nofi Candra.

Diskusi DPD RI dengan masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk panel dengan menghdirkan pembicara lain, yaitu, wartawan senior Wiztian Yoetri, tokoh masyarakat Lolo Suardi Rajo Basa, dan Ketua Orang Kaya Buku (OKB) Yusrizal KW.

Wiztian Yoetri mengatakan pertemuan ini momen yg bagus bagi DPD RI untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Seperti kampung Lolo yang jauh dari pusat kota, yang butuh perhatian pemerintah.

"Meskipun kampung ini jauh di pelosok, bukan berarti tidak bisa melahirkan orang-orang besar nantinya. Dari itu tugas kita bersama membesarkannya melalui kegiatan-kegiatan literasi di surau ini," kata owner sumbarsatu.com ini.

Sementara itu, Suardi Rajo Basa mengungkapkan surau rumah gadang akan dijadikan pusat belajar adat dan budaya Minangkabau melalui sasaran baco atau pustaka masyarakat, sasaran surah adat, sasaran silat dan randai.

"Melalui sasaran-sasaran tersebut kita akan membina anak-anak dan remaja untuk mempelajari adat dan budaya Minangkabau, sebagai pegangan mereka di masa depan," ujar pengelola sasaran baco Bukit Ase ini.

Kemudian, Yusrizal KW mengatakan Surau Rumah Gadang akan dijadikan basis gerakan literasi surau Minangkabau yang akan dibantu pengelolaannya oleh  OKB. Ini juga akan menjadi gerakan literasi nasional dalam budaya alam Minangkabau. Selanjutnya OKB akan membantu melalui penempatan beberapa relawannya. OKB merupakan komunitas yang mempertemukan para pecinta buku dan pegiat literasi melalui semangat berbagi.

"Dalam gerakan ini yang harus kita jaga adalah pikiran positif. Selama ini yang menghancurkan gerakan-gerakan sosial ini prasangka dan pikiran negatif. Jika ada yang berprasangka, maka masyarakat harus meluruskannya, agar tidak menjadi fitnah," ungkap tokoh literasi nasional ini. (*)

BACA JUGA