Jum'at, 23/02/2018 07:53 WIB

Syahiran Imbau Tokoh Masyarakat Jadi Sponsor Makmurkan Masjid

Bupati Syahiran bersama Muspika, tokoh masyarakat Jasmir Sikumbang (nomor empat dari kanan) menjelang peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Air Meruap Kinali. ( sutanjunir)

Bupati Syahiran bersama Muspika, tokoh masyarakat Jasmir Sikumbang (nomor empat dari kanan) menjelang peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Air Meruap Kinali. ( sutanjunir)

Pasbar, sumbarsatu.com--Bupati Pasaman Barat, H. Syahiran menghimbau kepada seluruh tokoh masyarakat di Pasbar agar menjadi sponsor dalam meramaikan Masjid.

Imbauan tersebut disampaikan Syahiran, saat peletakan batu pertama Masjid Nur Amal jorong Air Meruap VI Koto Utara Kecamatan Kinali, Kamis (22/2018).

Menurut bupati, hal itu, sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah yang salah satunya meningkatkan keimanan yakni mewujudkan masyarakat Pasbar yang beriman. Diwujudkan dengan sinergitas antara pemerintah daerah dengan masyarakat, terutama pada tokoh masyarakat yang menjadi komponen penting dalam struktur sosial.

"Saya minta kepada tokoh masyarakat, jadilah sponsor dalam memakmurkan masjid, ramaikan masjid. Banyak masjid yang berdiri megah di Pasbar, tapi jemaahnya cuma sedikit, kadang-kadang hanya mencapai tiga orang. Apalagi shalat shubuh, semakin sepi. Lebih banyak lagi yang keenakan tidur," tutur Syahiran.

Menurutnya, degradasi moral yang terjadi dikalangan generasi remaja merupakan imbas dari minimnya pembelajaran dan pemahaman agama yang diberikan kepada anak-anak. Seperti bahaya Narkoba yang sudah sangat mengancam di Pasbar.

"Anak-anak kita sudah banyak yang terlibat Narkoba. Pasbar sudah jadi pasar Narkoba. Saya minta kita juga bersinergi memerangi hal ini. Baik itu dari pemerintah daerah, jajaran kepolisian, tokoh masyarakat dan semua elemen, mari kita bekerja sama menyelamatkan generasi kita," ujarnya.

Lebih jauh disampaikannya, masjid bukan hanya untuk tempat pelaksanaan shalat berjamaah. Akan tetapi, masjid juga harus menjadi pusat pembelajaran Al-quran bagi anak-anak. Sebagai tempat mendalami ilmu agama, ilmu agama yang harus tertanam dalam diri setiap generasi Pasbar.

"Mari kita sama-sama bergerak. Bekali anak-anak dan cucu kemenakan kita dengan ilmu agama. Hanya itu yang bisa dijadikan modal bagi mereka dalam menghadapi tantangan masa depan," katanya.

Disamping itu, pengelolaan dana pebangunan Masjid yang dilakukan oleh panitia, haruslah bersifat transparan. Sehingga, setiap penggunaan dana yang dilakukan tidak mengundang kecurigaan bagi masyarajat.

"Saya minta panitia transparan mengenai dana pembangunan. Sampaikan seluruhnya secara jelas kepada masarakat. Agar tidak menimbulkan fitnah. Panitia juga jangan mengambil gajinya dari dana pembangunan yang disumbangkan masyarakat. Tidak usah ambil gaji dari situ. Bekerja saja dengan ikhlas. Ini juga kan untuk amal kelak di akhirat," pungkas Syahiran.

Sementara, ketua pembangunan Masjid Nur Amal, Jasmir Sikumbang menyampaikan bahwa dalam perencanaannya masjid Nur Amal akan dibangun dengan dana kurang lebih Rp4 miliar. Akan tetapi hingga saat ini, dana yang terkumpul masih berkisar Rp500 juta hasil dari sumbangan masyarakat setempat.

"Kita butuh masih butuh banyak dana tambahan lagi. Kami berharap bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu dalam pemenuhan dana pembangunan tersebut. Kami mohon dukungan bupati Pasbar baik maupun materil demi terwujudnya pembangunan masjid yang megah yang dicita-citakan anak nagari di sini" ungkap Jasmir. (SSC)

BACA JUGA