Rabu, 21/02/2018 19:09 WIB

Syahiran: Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Prioritas

SETELAH BERTEMU MENKO KEMARITIMAN

Bupati Syahiran bersama Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Menko Kemaritiman beberapa waktu lalu. (sutanjunir)

Bupati Syahiran bersama Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Menko Kemaritiman beberapa waktu lalu. (sutanjunir)

Simpang Empat, sumbarsatu.com--Pembangunan jalan menuju Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mendapat perhatian serius dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk segera dibangun.

"Ya benar, ketika kita melakukan pertemuan dengan Menko Kemaritiman minggu lalu di Jakarta bersama Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dan mendapat respons positif. Pembangunan jalan menuju Teluk Tapang akan menjadi prioritas," kata Bupati Pasaman Barat, Syahiran didampingi Kepala Badan Perencaaan Pembangunan Daerah Pasaman Barat, Jhoni Hendri di Simpang Empat, Selasa (20/2/2018).

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan persentasi di depan Menko Bidang Kemaritiman agar pembangunan jalan menuju pelabuhan bisa dianggarkan dari dana pusat.

"Persentase itu mendapat respon yang sangat baik dari Menko Kemaritiman dan disuruh melengkapi data untuk segera diusulkan dan diprioritaskan," katanya.

Kepala Bappeda Pasaman Barat, Jhoni Hendri menambahkan pertemuan dengan Menko Kemaritiman merupakan terobosan dari Wakil Gubernur Sumbar dan Bupati Pasaman Barat dalam rangka percepatan pembangunan jalan menuju Pelabuhan Teluk Tapang.

"Menko Kemaritiman sangat respon karena pembangunan fisik pelabuhan telah selesai sementara jalan belum siap. Ini menjadi perhatian serius dan akan diprioritaskan," ujarnya.

Menurutnya, sesuai arahan dari Menko Kemaritiman pihaknya disuruh melengkapi data kebutuhan yang akan dibangun.

"Kita sudah turun kelapangan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan untuk melengkapi data. Rapat bersama pihak kementrian dan Pemprov Sumbar juga sudah dilakukan," sebutnya.

Setelah data disiapkan maka akan persentase ulang dan menyerahkan ke Pemprov Sumbar nantinya. Data tersebut akan diserahkan oleh Pemprov ke pihak kementrian nantinya sebab kewenangan pembagunan jalan itu terletak di provinsi.

"Saat ini jalan sepanjang 1,2 kilometer sudah diaspal sementara sepanjang 41,4 kilometer belum dan mudah-mudahan diprioritaskan. Selain itu sekitar 12 jembatan besar dan 6 jembatan kecil bisa dibangun," harapnya.

Ia berharap tentunya tahun ini pembangunan jalan Pelabuhan Teluk Tapang dapat diprioritaskan. Minimal tahun depan bisa masuk anggaran pemerintah pusat.

"Terpenting data kita siapkan, apalagi mendapat respon yang positif dari Menko Kemaritiman secara langsung," katanya.

Ia menilai, operasional Pelabuhan Teluk Patang bakal menggenjot ekonomi Pasaman Barat, bahkan Sumatra Barat secara menyeluruh.

Tidak hanya itu, beroperasinya Pelabauhan Teluk Patang nantinya juga akan memecah beban operasi Pelabuhan Teluk Bayur selama ini.

Harapannya, kerusakan jalan nasional menuju Teluk Bayur juga bakal berkurang, seiring dengan mulai beralihnya truk-truk pengangkut komoditas perdagangan melalui Teluk Tapang. Pengiriman barang tak perlu jauh-jauh ke Padang, cukup ke Pasaman Barat.

"Jika akses ini cepat beroperasi, diyakini geliat investor akan lebih cepat di Pasaman Barat," tegasnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit juga menginginkan Pelabuhan Teluk Tapang ini segera beroperasi. Sebab menurutnyta, sudah terlalu lama pelabuhan berskala Internasional ini terbengkalai.

"Pelabuhan ini sangat strategis untuk menunjang intensitas perdagangan. Tidak saja soal bijih besi, dari pelabuhan ini nanti juga memudahkan aktivitas pengangkutan CPO yang selama ini harus di antar ke pelabuhan teluk Bayur," kata Nasrul saat kunjungan ke Pelabuham Teluk Tapang belum lama ini.

Selain itu, dengan terbukanya akses transportasi pelabuhan kelak akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi, Kabupaten Pasaman Barat masih menyandang sebagai daerah tertinggal.

Ia berharap, operasional Pelabuhan Teluk Tapang bisa mengeluarkan Pasaman Barat dari status daerah tertinggal.

"Masalah utamanya jalan. Itu yang akan kita tinjau usulkan ke pemerintah pusat," katanya. (SSC)

Bupati Syahiran bersama Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Menko Kemaritiman beberapa waktu lalu. (sutanjunir)

BACA JUGA