Silatnas di Pandam Gadang Perjuangkan Hak-hak Tan Malaka

PERINGATAN 69 TAHUN WAFATNYA TAN MALAKA

Selasa, 20/02/2018 13:31 WIB
Saat pengambilan tanah makam Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kabupaten Kediri, jawa Timur, setahun lalu, serta manyalin baju karena Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka merupakan Raja Adat Bungo Setangkai di Pandam Gadang. Terlihat Ferizal Ridwan dan  Hengky Navaron Datuk Tan Malaka.

Saat pengambilan tanah makam Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kabupaten Kediri, jawa Timur, setahun lalu, serta manyalin baju karena Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka merupakan Raja Adat Bungo Setangkai di Pandam Gadang. Terlihat Ferizal Ridwan dan Hengky Navaron Datuk Tan Malaka.

Pandam Gadang, sumbarsatu.com--Tepat 69 tahun wafatnya Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka,  Rabu 21 Februari 2018,  penggiat dan pengagum Tan Malaka akan berkumpul  di Pandam Gadang,  Kabupaten Limapuluh Kota (tepatnya di rumah almarhum Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka) dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Tan Malaka 2018.

Silatnas ini digelar sejak tanggal 20-21 Februari 2018. Sebelumnya, sejak 16 Februari 2018 juga sudah digelar rangkaian kegiatan kemah dan napak tilas.

Para peserta yang hadir,  akan mengkaji ulang sosok,  perjuangan,  kepribadian dan pola pikir Tan Malaka yang selama ini dibelokkan dan dibungkam.  Data-data yang selama ini berserakan dibuka kembali,  baik yang sudah dibuka untuk umum maupun yang belum agar data-data tentang Tan Malaka sesuai dengan fakta yang sebenarnya.  

Dalam acara ini juga hadir beberapa sejarawan dan tokoh dalam negeri maupun luar negeri untuk menjelaskan bagaimana Tan Malaka hadir dari kampung pedalaman (Pandam Gadang)  mampu membuka mata masyarakat indonesia untuk segera memerdekakan diri dari penjajahan.

Ketua Panitia Silatnas Tan Malaka 2018,  Ferizal Ridwan, mengatakan, acara Silatnas Tan Malaka 2018 ini targetnya agar sosok Tan Malaka dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia.

"Pasalnya,  sampai saat ini masih banyak rakyat Indonesia yang diperjuangkan oleh Tan Malaka untuk merdeka yang belum mengenal tokoh satu ini.  Padahal,  perjuangan Tan Malaka untuk memerdekakan Indonesia,  tidak jauh berbeda dengan tokoh nasional lainnya seperti Soekarno,  Hatta,  Syahrir dan tokoh lainnya.  Ini dibuktikan dengan masuknya Tan Malaka dalam deretan Founding Father atau bapak Republik Indonesia," kata Ferizal Ridwan, yang juga saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Limapuluh Kota, Selasa (20/2/2018) di Pandam Gadang.

Di samping itu,  tambahnya, acara ini untuk memperjuangkan hak Tan Malaka sebagai pahlawan nasional yang tertuang dalam UU No 6 tahun 1982 yang kemudian diperbaharui dalam UU No 16 tahun 2002 tentang hak cipta dan kekayaan intelektual.  

Salah satunya terkait dengan buku-buku Tan Malaka. Dari 400 penerbit yg menerbitkan buku-buku Tan Malaka,  sampai sekarang belum pernah memberikan kontribusi kepada ahli waris,  kampung halaman dan masyarakat yang diperjuangan Tan Malaka.  Termasuk meminta perhatian negara untuk hak perjuangan dan pemikiran Tan Malaka.

"Beliau Bapak Republik Indonesia dan punya peran penting dalam kemerdekaan Indonesia.  Kami sebagai anak cucu Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka memiliki tanggung jawab moral kepada beliau bagaimana rakyat Indonesia menghargai Bapak Republik satu ini. Sebuah negara akan diberkahi Tuhan jika bisa menghargai orang yang telah berjasa besar untuk negara tersebut. Inilah yang sedang kami perjuangkan," jelas Ferizal Ridwan.

Dalam Silatnas ini  akan dilangsungkan juga diskusi mengkaji pemikiran dan napak tilas Tan Malaka di Pandam Gadang.  (SSC)

BACA JUGA