Kesinambungan Peradaban, KSNT Terima 12 Anggota Baru

USAI LAKSANAKAN LDNT

Senin, 19/02/2018 16:04 WIB
Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) yang bermarkas di Korong Kasai, Nagari Kasang, Padang Pariaman, kembali menggelar latihan dasar bagi 12 anggota baru selama 4 hari, Kamis-Minggu (15-18/2/2018).Foto Dok

Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) yang bermarkas di Korong Kasai, Nagari Kasang, Padang Pariaman, kembali menggelar latihan dasar bagi 12 anggota baru selama 4 hari, Kamis-Minggu (15-18/2/2018).Foto Dok

Kasai, sumbarsatu.com—Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) yang bermarkas di Korong Kasai, Nagari Kasang, Padang Pariaman, kembali menggelar yang kedua kalinya latihan dasar bagi anggota baru selama 4 hari, Kamis-Minggu (15-18/2/2018).

Sebanyak 12 calon anggota KSNT ini merupakan hasil rekrutmen terbuka setelah melewati tahapan wawancara dan proses yang mesti mereka lalui.

“Latihan Dasar Nan Tumpah (LDNT) salah satu tahapan yang harus mereka ikuti. Selama 4 hari, sejak Kamis-Minggu, kedua belas calon anggota ini secara intensif mendapat beragam materi seni dan kepenulisan dari mentor-mentor terbaik di KSNT,” kata Yunisa Dwiranda, Pimpinan Komunitas Seni Nan Tumpah, Senin (19/2/2018) di Korong Kasai kepada koresponden sumbarsatu, Nur Aisyah.

Menurut Ica, demikian ia akrab disapa, LDNT merupakan kegiatan yang harus diikuti oleh seluruh calon anggota sebagai bekal untuk terus berproses di Komunitas Seni Nan Tumpah dan sekaligus memperkenalkan calon anggota baru dengan cara kerja dan lingkungan komunitas. LDNT juga sebagai pintu masuk untuk menjadi bagian dari keluarga besar Nan Tumpah.

Selama empat hari calon anggota mendapat berbagai materi antara lain video-video seni pertunjukan yang pernah digarap oleh KSNT, olah vokal, latihan dasar keaktoran,  kepenulisan, dasar-dasar seni tradisi silek, dan dasar penyutradaraan dan artistik  panggung.

“Semua materi yang diperoleh selama LDNT dipentaskan dalam bentuk seni pertunjukan yang dibawakan perkelompok dan individu. Saat itu para mentor menyaksikan dan sekaligus mengulasnya,” tambah Desi Fitriana, Manajer Sumber Daya Manusia KSNT yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan LDNT ini.

Selama proses pengampuan materi-materi LDNT, dilakukan di Sasaran Nan Tumpah yang sekaligus menjadi halaman Sekretariat KSNT dan di lokasi Bukit Tong Blau, masih sekitar Korong Kasia.

Di Bukit Tong Blau ini, yang sejuk dan rindang pepohonan karet ini, calon anggota baru keluarga besar Nan Tumpah mendapat pengalaman baru yang mungkin selama ini tak pernah dialami, yakni diburu acek atau annelida. Binatang ini merayap di antara rerumputan dan melekat ke kaki atau lainnya demi darah segar.

“Nyaris semua anggota terpekik saat melihat acek ini,” katanya.  

Untuk materi dasar silek, menurut mentor Halvika Padma, apa yang disajikan saat tampil sebuah awal yang baik bagi pemulka. "Awal yang baik bagi pemula."

Sementara itu, untuk aspek penyutradaraan dan keaktoran, kata Emilia peserta mengikuti dengan baik dan cukup cepat memahami dan mengaplikasikan materi yang diberikan.

Menurut Mahatma Muhammad, salah seorang pembina KSNT, semua kelompok telah menampilkan karyanya yang secara umum sudah cukup baik, meskipun masih banyak lagi hal-hal yang harus terus digali.

“Saya belum melihat sesuatu yang betul-betul diaplikasikan. Olah vokal, rasa, karakter,  dan musik yang sudah diikuti beberapa hari belum teraplikasikan dengan baik. Hal ini karena belum kuatnya kepercayan diri dari peserta untuk menampilkan pertunjukan kelompoknya,”  kata Mahatma Muhammad.

Setelah mengikuti proses dan penampilan kelompok, panitia LDNT mengapresiasi apa yang ditampilkan kelompok dengan berbagai catatan. Setelah itu, 12 calon anggota Komunitas Seni Nan Tumpah menandatangani “Catatan Hitam di Atas Putih” sebagai bentuk komitmen dan keseriusan untuk bergabung di KSNT.

“Penandatanganan itu sebagai bentuk komitmen agar keseriusan tetap terjaga sekaligus bukti telah bergabung dengan keluarga besar KSNT,” tambah Ica. (SSC/Aisyah)

BACA JUGA