Gizi Buruk di Pessel, 8 Balita Sudah Dipulangkan

-

Senin, 12/02/2018 15:30 WIB
Salah seorang balita yang mengidap gizi buruk dipulangkan

Salah seorang balita yang mengidap gizi buruk dipulangkan

Painan, sumbarsatu.com--Delapan dari 12 orang balita yang menderita gizi buruk
sudah dipulangkan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Zein Painan, Senin (12/2/2018).

Kabid Pelayanan Medis Rumah Sakit Umum Derah (RSUD), M Zein Painan Vera Kornita mengatakan, kondisi pasien penyakit gizi buruk sudah membaik dan dalam fase pemulihan dan diperbolehkan pulang.

"Hari ini pasien yang dipulangkan berjumlah delapan orang dari RSUD Painan dan empat orang masih dirawat," ujarnya.

Ia mengatakan, pasien yang sudah dipulangkan ini diberangkatkan memakai ambulan RSUD M Zein Painan dan menuju rumah masing-masing.

Dikatakan Vera, berdasarkan data di RSUD M Zein Painan sebanyak 12 orang, empat orang masih di rawat dan delapan orang rawat inap jalan.

Lanjut Vera, pasien yang berstatus rawat jalan diperbolehkan pulang yakni Anisa (3,7) warga Batang Kapas, Rania (2,8) warga Tarusan, Natasya (2,10) warga Kambang, Aska (7,10) warga Bayang, Aska Rabani (2) warga Tarusan (2) Miti (3,8) warga Batang Kapas (3,8) M.Alib (1,5) warga Tarusan dan Azizah (2) warga Tapan.

Sementara anak yang masih di rawat yakni Asah (2) warga Tarusan, Gabrila (5,4) warga Bayang, Syintia (1,4) warga Balai Selasa, Algiano (2,7) Indrapura.

Selama satu minggu, rata-rata anak yang dipulangkan ini kondisi berat badannya sudah bertambah 1 kg.

"Setiap anak yang sudah diperbolehkan pulang kita berikan bantuan makanan diperuntukkan bagi setiap anak rawat jalan diserahkan melalui orang tua mereka masing-masing," ujar Vera.

Asupan makanan yang diberikan kepada pasien dengan gizi buruk ini berupa susu dengan formulasi khusus, yakni susu formula ditambah gula. Tujuannya memberikan kalori untuk tumbuh segar.

Diberikan pula antibiotik pada penderita gizi buruk dengan infeksi, dan vitamin A, serta asam folat. Pemantauan kenaikan berat badan pun dilakukan setiap pagi, siang dan sore.

"Sebagian besar gizi buruk memang membaik kondisinya. Namun itu kembali lagi kepada pola hidup di lingkungannya," ajaknya.

Membaiknya kondisi pasien itu dilihat dari beberapa faktor, yakni keadaan umum, keluhan berkurang, asupan makan dan minum, kenaikan berat badan. (MIN)

BACA JUGA