Sabtu, 10/02/2018 07:39 WIB

Warga Keluhkan Kondisi Jalan Kabupaten antara Sitanang-Bawan

Jalan Sitanang

Jalan Sitanang

Ampek Nagari, sumbarsatu.com- Warga Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, terutama Anak Nagari Sitanang, mengeluhkan kondisi jalan kabupaten, yang menghubungkan Sitanang-Bawan, via Gantiang.

Menurut Aktivis Pemuda Sitanang, Don, Jumat (9/2/2018) malam, jalan tersebut merupakan jalan ekonomi dan pendidikan bagi warga. Setiap hari, dimanfaatkan warga untuk mengangkut hasil peranian dan perkebunan, seperti padi, dan sawit.

Di samping itu, puluhan siswa, sejak dari tingkat SD, SMP, sampai SMA, setiap hari melintasi melintasi jalan tersebut.

Jalan dengan konstruksi hotmix itu, kini sudah nyaris hancur. Nyaris seluruh badan jalan sudah berlubang, dan bila hujan turun, akan terbentuklah danau-danau mini di badan jalan.

Sejak dibangun beberapa tahun lalu, jalan tersebut belum pernah mendapat perawatan, seperti disampaikan pemuka masyarakat lainnya, DJ. St. Marajo. Sementara, setiap hari badan jalan dilindas mobil angkutan kelapa sawit.

“Bukan hanya badan jalan, sebuah jembatan kayu pun pada ruas jalan itu sudah lapuk dimakan usia. Bila dibiarkan, besar kemungkinan jembatan akan hancur, dan hubungan Sitanang-Bawan, via Gantiang, terputus total,” ujarnya Ketua Bamus Nagari Sitanang itu.

Kerusakan jalan juga berdampak terhadap ekonomi petani. Ongkos angkut hasil pertanian dan perkebunan jadi naik. Sementara harga-harga cenderung bertahan, malah sering jatuh, terutama harga sawit.

“Kami berharap Pemkab Agam berkenan memperbaiki kerusakan jalan tersebut, sehingga kesejahteraan petani semakin membaik,” ujar salah seorang pemuka masyarakat, A. Dt. Batuah.

Menurut pantauan sumbarsatu.com, bukan hanya jalan Sitanang-Bawan, via Gantiang saja yang kondisinya yang menyedihkan di Kecamatan Ampek nagari. Jalan Kabupaten yang menghubungkan Jorong Malabua,Nagari Bawan-Sitanang- Batu Kambiang-Sitalang, juga terlihat rusak. Lubang menghiasi badan jalan. Pinggiran jalan menyemak, dan saluran pengering (drainase) nyaris tidak terurus. Bila hujan turun, badan jalan beralih fungsi menjadi kali. (MSM)

BACA JUGA