Tak Ada Agenda Khusus dengan Kepala Daerah, Wali Kota Bukittinggi Kritik Panitia HPN

-

Jum'at, 09/02/2018 16:04 WIB
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menerima kedatangan rombongan wartawan ibu kota terkait kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) ke kantornya di Bukittinggi, Kamis (8/2/2018)

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menerima kedatangan rombongan wartawan ibu kota terkait kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) ke kantornya di Bukittinggi, Kamis (8/2/2018)

Bukittinggi, sumbarsatu.com--Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menerima kedatangan rombongan wartawan ibu kota terkait kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) ke kantornya di Bukittinggi, Kamis (8/2/2018). Namun, dia menyayangkan kinerja pihak panitia HPN yang tidak menyediakan agenda khusus bagi kepala daerah untuk menyampaikan potensi daerah masing-masing kepada para wartawan.

“Saya menyayangkan pihak panitia yang tidak menyediakan agenda khusus kepada kepala daerah untuk menyampaikan potensi ekonomi dan pariwisata daerahnya kepada para wartawan (pusat dan lokal). Padahal, saya sangat antusias sekali dan telah menyiapkan bahan-bahannya untuk dipaparkan kepada para wartawan dalam satu kesempatan,” katanya pada pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan dengan beberapa anggota rombongan wartawan itu, Ramlan Nurmatias didampingi Wakil Wali Kota Irwandi dan Sekda Yuen Karnova serta Kabag Humas Yulman. Pada kesempatan tersebut, Ramlan memaparkan panjang lebar tentang situasi, kondisi serta potensi Kota Bukittinggi yang dia pimpin sampai ke soal keberhasilannya memenangkan pilkada lewat jalur independen dua tahun lalu.

"Sebagai kota destinasi wisata unggulan di Sumbar, Kota Bukittinggi merupakan kota bersejarah yang pernah diduduki para penjajah Jepang, Belanda dan Inggris, sampai kemerdekaan RI. Sebagai kota bersejarah, kota ini pernah melahirkan beberapa tokoh nasional dan pernah pula menjadi ibu kota RI semasa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)," katanya.

Kemudian, tambahnya, sebagai Kota Wisata, Bukittinggi memiliki sejumlah objek wisata unggulan, seperti Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lobang Jepang, Janjang Seribu dan Kebun Binatang lainnya.

“Di samping objek wisata, kami juga memiliki beraneka macam kuliner, seperti nasi kapau, randang itiak, makanan kerupuk sanjai dan karak kaliang,” katanya.

Selain itu, Ramlan juga memaparkan seluk-beluk kehidupan keseharian masyarakatnya yang mayoritas beragama Islam dan memegang teguh adat dan budaya Minangkabaunya. Oleh karena itu, pihaknya tetap menjaga dan melindungi dari budaya asing, seperti meniadakan pesta penyambutan malam tahun baru di kota ini.

“Kami berharap, rekan-rekan wartawan agar dapat menginformasikan potensi-potensi yang dimiliki daerah ini melalui pemberitaan pada media masing-masing. Sehingga, selain akan menarik jumlah kunjungan wisatawan datang ke Bukittinggi, sekaligus juga dapat menambah income bagi Kota Bukittinggi,” pintanya.

Sementara itu, seorang wartawan lokal yang ikut bergabung dalam rombongan tersebut mengungkapkan, masalah carut-marut kinerja panitia HPN ini sudah terlihat sejak awal.
“Jangankan untuk mengumpulkan pejabat dalam suatu acara khusus dengan wartawan, untuk mengumpulkan wartawan hebat yang memiliki sertifikat kompetensi wartawan saja tak ada jadwalnya,” kata wartawan senior yang enggan ditulis jati dirinya itu, usai pertemuan tersebut. (WIN)

BACA JUGA