Jum'at, 09/02/2018 07:32 WIB

Akses Jalan Baru Muaro-Silokek Terbuka, Sijunjung Menuju Wisata Geopark

Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diwakili Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi Ir. Harmensyah, DIPL. SE. MM  melakukan penandatanganan prasasti Geopark (objek wisata geologi), Kamis (8/2/2018).

Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diwakili Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi Ir. Harmensyah, DIPL. SE. MM melakukan penandatanganan prasasti Geopark (objek wisata geologi), Kamis (8/2/2018).

Sijunjung, sumbarsatu.com--Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diwakili Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi Ir. Harmensyah, DIPL. SE. MM dan Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik Ny. Tetty Saragih, meresmikan jalan Muaro-Silokek, Sijunjung, pascabencana longsor pada Mei 2017 lalu. Selanjutnya, didampingi Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung, Harmensyah juga melakukan penandatanganan prasasti Geopark (objek wisata geologi), Kamis (8/2/2018).

Jalan yang diresmikan ini diharapkan dapat memudahkan akses transportasi bagi masyarakat yang sebelumnya terputus karena adanya bencana longsor.

Harmensyah berharap, jalan baru ini mampu membuka peluang bagi pengembangan ekonomi rakyat melalui berbagai program yang dicanangkan oleh pemerintah.

Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat khususnya BNPB pusat yang telah menganggarkan dana pembuatan jalan.

Selain jalan ini digunakan masyarakat Muaro-Silokek-Durian Gadang, juga bisa dijadikan jalan alternatif.

“Seandainya jalan Kamang Baru-Sungai Lansek terputus jalan ini bisa digunakan jalan Sumbar-Riau,” ucap Bupati.

Selain itu, tambah Bupati, Sijunjung memiliki potensi geopark dengan kekayaan alam, budaya, dan keunikan yang sangat berbeda dibanding daerah lain yang ada di Indonesia, dari sembilan destinasi wisata di Sumatera Barat, Sijunjung termasuk salah satunya yang memiliki potensi alam. Seperti, keindahan alam pasir putih, pegunungan, air terjun, sawah dan ladang, khususnya di Nagari Silokek-Durian Gadang,” kata Yuswir Arifin.

Ia meminta duikungan semua pihak, Pemerintah Nagari dan niniak mamak serta Forkopimda agar melarang penambangan emas di sepanjang sungai yang dijadikan geopark, sehingga alam sekitarnya tidak rusak dan secara bersama-sama memajukan Sijunjung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung, Hardiwan, menyebutkan, selain agenda peresmian jalan Muaro Silokek, Kepala BNPB juga akan melakukan kegiatan penandatanganan prasasti Geopark (objek wisata geoligi), meninjau lokasi wisata pasir putih Silokek.

Pembangunan ruas jalan Muaro-Silokek, menghabiskan dana Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB sebesar Rp2,1 miliar.

“Akses jalan dari Muaro menuju Silokek dan Durian Gadang itu memiliki panjang 975 meter dan lebar 6 meter.” ungkapnya.

Selain itu, bersama dengan Universitas Andalas pemerintah merancang Silokek Nasional Geopark.

"Konsep geopark sendiri mengacu pada pengembangan kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi yang luar biasa. Masyarakat diharapkan berperan dan secara aktif melindungi warisan alam termasuk nilai-nilai arkeologi, ekologi dan budaya. Ketiga nilai tersebut menjadi dasar bagi pengembangan nasional geopark di Kabupaten Sijunjung," ujar Dr. Ir. Febrin Anas Ismail, MT, dari Unand.

Sementara itu, menurut Yofritas, ST., MT, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, tujuan dari pengembangan itu sendiri Geopar adalah menjadikan Silokek sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sijunjung dan bisa berkontribusi untuk pengembangan wisata di Sumbar. (SSC/Rel)

BACA JUGA