Kamis, 08/02/2018 18:43 WIB

Cokelat Malobou Diluncurkan dalam Rangkaian HPN 2018

Deputi Energi Logistik Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdulllah didampingi Presdir Hotel Indonesia Iswandi Hadi dan Kadis PMPTP Hendra Aswara menggunting pita saat pekuncurab coklat malibou di Hotel Inna Padang, Kamis (8/2).

Deputi Energi Logistik Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdulllah didampingi Presdir Hotel Indonesia Iswandi Hadi dan Kadis PMPTP Hendra Aswara menggunting pita saat pekuncurab coklat malibou di Hotel Inna Padang, Kamis (8/2).

Padang, sumbarsatu.com--Cokelat Malibou Padang Pariaman resmi diluncurkan di Hotel Inna Muara Padang yang dihadiri oleh Deputi Energi Logistik Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdulllah, Kamis (8/2/2018).

Edwin mengatakan, BUMN peduli dengan produk IKM yang dihasilkan oleh masyarakat. BUMN juga mempunyai peran untuk memasarkan produk lokal dan membangun IKM di Sumbar.

"Sebuah produk itu butuh pemasaran. Untuk itu BUMN hadir untuk membantu IKM di Sumbar khususnya cokelat malibou Padang Pariaman," kata Edwin yang terkenal rendah hati itu.

Sementara Presdir PT. Hotel Indonesia Iswandi Hadi mengatakan kualitas cokelat malibou sudah bagus. Berbagai poduk juga sudah ada di Hotel Inna Padang yaitu cokelat batang, bubuk, permen dan biji kakao. Ke depan, cokelat malibou Padang Pariaman menjadi brand di Hotel Inna Padang.

"Saya sudah mencobanya memang enak sekali. Kalo hanya cokelat saja, mungkin banyak yang menjual. Tapi cokelat malibou dari biji cokelat murni, tanpa pengawet dan berkhasiat untuk kesehatan," kata Iswandi di Hotel Inna Padang.

Sementara Bupati Ali Mukhni apresiasi Kementerian BUMN yang bekerja sama dengan cokelat malibou. Artinya, BUMN benar-benar peduli dengan tumbuh kembangnya IKM di Sumatera Barat.

"Alhmdulillah, mimpi IKM berbasis cokelat menjadi nyata. Motto Kementerian BUMN yang Hadir untuk Negeri benar-benar terbukti. Atas nama pemerintah dan masyarakat kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri BUMN," kata Peraih Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI itu.

Cokelat, tambah Ali Mukhni, merupakan produk unggulan Sumbar dan Padang Pariaman yang tercantum dalam Rancangan Pengembangan Industri Propinsi (RPIP) tahun 2016-2035.

Ia berharap petani kakao semakin bersemangat menanam dna merwat pohon kakao. Sehingga menghasilkan biji kakao yang berkualitas dan berdaya saing dengan produk luar negeri.

"Petani tentu sangat gembira, biji kakaonya sudah masuk hotel berbintang. Pemasarannya sudah ada, tinggal kita meningkatkan jumlah produksinya," kata peraih penghargaan Ketahanan Pangan itu.

Ke depan, Ali Mukhni berharap cokelat malibou bekerja sama dengan Hotel-Hotel Inna di seluruh Indonesia.

Kadis Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara mengatakan bahwa kebun kakao seluas 32 ribu hektare merupakan yang terluas di Sumatera Barat. Produksi kakao Sumbar didominasi dari petani kakao Padang Pariaman.

Untuk pengolahan terdapat dua pabrik yaitu di Sikucur Kecamatan V Koto Kampung Dalam dan Malibou Anai Kecamatan 2x11 Kayu Tanam. Dari kedua pabrik tersebut bisa diolah 20-40 kilo cokelat per hari.

Diceritakannya bahwa awal mula cokelat malibou bekerja sama dengan hotel Inna Padang ketika Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi Padang Pariaman. Tepatnya waktu pelaksaan peletakan batu pertama jalan tol Padang-Pekanbaru di Kantor Bupati Padang Pariaman di Parit Malintang pada tanggal 14 Oktober 2017.

Ketika itu Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menyuguhkan secangkir cokelat hangat kepada Rini. Kemudian berpendapat bahwa coklat malibou sangat enak dan sehat.

Setelah itu ia meminta Iswandi Hadi selaku Presdir Hotel Indonesia untuk bekerja sama dengan cokelat malibou. Untuk Sumbar diawali kerja sama dengan Hotel Inna Padang. (SSC).

Deputi Energi Logistik Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdulllah didampingi Presdir Hotel Indonesia Iswandi Hadi dan Kadis PMPTP Hendra Aswara menggunting pita saat pekuncurab coklat malibou di Hotel Inna Padang, Kamis (8/2).

 

BACA JUGA