Selasa, 06/02/2018 14:59 WIB

Marwan Annas: Kepala Daerah Harus Serius Tangani Kasus Gizi Buruk di Pessel

Salah seorang dari 12 balita yang mengidap gizi buruk dirawat di RSUP M Zein Painan

Salah seorang dari 12 balita yang mengidap gizi buruk dirawat di RSUP M Zein Painan

Pessel, sumbarsatu.com-Anggota Komisi IV Bidang Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Marwan Annas, mendesak Pemerintah Kabupaten Pessel menangani secara serius kasus gizi buruk yang dialami tiga balita dan sembilan balita lagi mengindap gizi kurang baik yang kini berada di RSUD M Zein Painan.

Menurutnya, penanganan gizi buruk merupakan tanggung jawab kepala daerah karena berkaitan dengan ketahanan pangan dan tingkat ekonomi serta daya beli masyarakat yang lemah hingga menimbulkan penyakit gizi buruk.

"Ini parah, soal gizi buruk ini tanggung jawab kepala daerah terutama dinas terkait, karena dinas kesehatan merupakan ujung tombak di bidang kesehatan masyarakat," kata Marwan Annas, Selasa (6/2/2018), salah seorang politisi PPP ini.

Ia menyesalkan dinas kesehatan tak mampu memantau dan mendeteksi kurang gizi ini. Seyogiyanya dinas kesehatan harus bertanggung jawab.

"Kasus ini ini sangat gawat ini," ujarnya dengan nada geram.

Ia menambahkan, Dinkes, Puskesmas dan Posyandu, mestinya bisa mendeteksi sejak awal kenapa bisa sampai ada masyarakat yang mengidap gizi buruk.

"Seorang anak mestinya dapat memenuhi gizi seimbang harus mengosumsi asupan makanan yang layak, namun jika tidak ada asupan makanan apakah gizi seorang anak dapat terpenuhi," ungkapnya

Ketua DPC PPP Pessel ini mengatakan, terjadinya gizi buruk terhadap 12 balita itu menuntut kerja sama semua elemen untuk menangani dan memberikan solusi.

"Peran semua pihak dibutuhkan mulai dari Posyandu yang mampu mendeteksi secara dini perubahan kondisi anak di wilayah Pessel ini, pemenuhan kebutuhan ekonomi oleh dinas lain misalkan ketahanan pangan jika ditemukan masyatakat tidak mampu untuk membeli makanan harus melakukan tindakan apa agar hal-hal seperti ini bisa dihindari," katanya.

Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Pessel, Yuni Andra, mengatakan, kasus gizi sangat buruk dan gizi buruk ini jauh hari sudah dilakukan penanganannya sejak dini bersama Puskesmas dan Posyandu di 15 kecamatan di wilayah ini.

"Penanganan yang kami lakukan, memberikan asupan gizi kepada belita yang ada di Pessel ini, bahkan, sejak ibu hamil juga kami berikan penyuluhan serta gizi bagi bayi dalam kandunga," ujarnya.

Ia menambahkan, dari data sementara dihimpun 54 ribu balita yang ada di Pessel, saat ini 12 balita yang mengalami kasus penyakit gizi buruk.

"Bukanyanya kami dari Dinas Kesehatan bukan tidak bertanggung jawab tetapi saat ini sudah ditangani di RSUD Zein Painan. Kami tetap memberikan pelayanan sesuai tugas dan fungsi kami, dan ini kami terus mengawal sejak dini,"ujarnya.

Yuni menyebutkan, 12 kasus yang terjadi pada penderita gizi buruk ini adalah bermula dari faktor sakit jantung dan paru-paru sejak lahir sehingga merembet ke penyakit gizi buruk. (MIN)

Ketua DPC PPP Pessel, Marwan Annas.

BACA JUGA