Senin, 05/02/2018 19:07 WIB

Azizah Idap Gizi Buruk, Selusin Balita di Pessel Terancam Gizi Buruk

Kondisi Azizah dirawat di RSUD M Zein Painan. Kini Azizah terbaring lemah di ruangan Diagnosis.

Kondisi Azizah dirawat di RSUD M Zein Painan. Kini Azizah terbaring lemah di ruangan Diagnosis.

Pessel, sumbarsatu.com--Selusin bayi di Pesisir Selatan mengalami dan mengidap kurang gizi yang jika tak ditangani secara baik bisa mengarah manjadi gizi buruk. Kini bayi-bayi yang rata-rata masih berusia di bawah lima tahun itu sedang mendapat perawatan intensif di ruangan Diagnosis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Zein Painan.

Salah seorang bayi berusia 3 bulan bernama Azizah, asal Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kini terbaring lunglai dan lemah di ruangan Diagnosis di RSUD Muhammad Zein. Berat tubuhnya sejak lahir tidak meningkat. Malah kian kurus dari hari ke hari. Menurut keterangan pihak medis, Azizah telah mengalami gizi buruk sejak lahir.

Azizah anak kedua dari pasangan Helpi (33) dan Ujang (35) itu mengidap penyakit gizi buruk disertai dengan penyakit komplikasi.

Dari 12 bayi-bayi yang menjalani perawatan medis secara intensif, tiga di antaranya telah masuk fase pengidap gizi buruk, salah satunya Azizah.

Vera Kornita, Kabid Pelayanan Medis RSUD Muhammad Zain mengatakan, Azizah mengidap gizi buruk terlihat dari pertumbuhannya yang terhambat dan sangat lambat.

"Dalam isitilah kedokteran gizi buruk merupakan kondisi kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein (KEP) dalam makanan sehari hari. Timbulnya gizi buruk tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit. Anak yang mendapat cukup banyak makanan tetapi sering menderita sakit, pada akhirnya dapat menderita gizi buruk," kata Vera, Senin (5/2/2018).

Menurutnya, anak yang tidak memperoleh cukup makanan, daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit.

Dari pantauan sumbarsatu, Azizah terbaring dengan wajah dan mata polos. Terlihat lemak di bawah kulit kian menipis dan berkurang, otot-otot melemah. Azizah tampak sangat kurus sehingga tulangnya tampak jelas yang dibungkus kulit yang sudah keriput. Kadang ia mengeluarkan suara merengek. Lalu ibunya mengusap kepala anak kedua ini penuh cinta dari seorang ibu. Di lengan Azizah jarum infus tertancap. Ada selang mengalirkan cairan nutrisinya ke tubuhnya.

Helpi sang ibunda Azizah, bergumam sembari mengusap ubun-ubun anaknya. "Baa lai nak, malang indak dapat ditolak, mujua indak dapat diraih, hidup tapaso dijalani nak," kata Helpi dengan suara serak seperti tertahan. Jelas suara itu kesedihan dan kepasrahan.

Diceritakan Helpi, anaknya sejak lahir tak menyukai air susu ibu (ASI). Saat lahir beratnya Azizah 1 kg yang tergolong cukup kurus.

"Semakin umurnya bertambah, malah badannya semakin kurus dan mengecil. Tidak seperti bayi lainnya. Sejak ia lahir sampai sekarang, Azizah memang mudah sakit. Ini saja sudah dua kalinya ia masuk rumah sakit, kira-kira sudah tiga bulan. Tapi kondisinya juga masih lemah saja," ujar Helpi dengan nada sabak.

Ia mengakui, buah hatinya sangat sulit makan dan tak mau diberi air susu ibu (ASI). Jadi selama ini, Azizah makan hanya pakai kompeng dan sedotan.

Saat lahir, berat badannya 1 kg. Tapi sekarang begitu berusia tiga bulan, malah beratnya tak kian bertambah. Maka tak heran, akibat terlampau kurus, kulit tubuh balita itu kini tampak mengkerut, sangking lemahnya, untuk bergerak saja tak mampu.

Selain bobot tubuh yang terus berkurang, Azizah juga menderita penyakit bibir sumbing, gangguan pernapasan. Sehingga Azizah membutuhkan waktu yang lama, agar bisa cegak.

"Selama ini, Azizah memang sudah memanfaatkan BPJS dan kami juga sudah berupaya memberikan penanganan semaksimal munkin. Namun penyakit penyerta pada pasien cukup banyak, sehingga penyembuhan pun sulit dilakukan," tambah Vera Kornita.

Menurut Vera, selain Azizah, sepanjang Januari 2018 ini, ada dua belas bayi yang mengalami penyakit kurang gizi dan gizi buruk yang saat ini masih dirawat di RSUD M. Zein, tapi kondisinya tak separah Azizah, sebut Vera.

Dari data yang berhasil dihimpun sumbarsatu.com di RSUD. M Zein bayi yang menderita kekurangan gizi namun bisa menjadi buruk ialah Miti (4 bulan) warga Jalamu, Kecamatan Batang Kapas, Susantu (2 bulan) warga Balai Selasa, Natasya (3 bulan) warga Kambang, Algiano (3 bulan) warga Indrapura, Anisa (5 bulan) warga Batang Kapas.

Selanjutnya, M. Alif (3 bulan) warga Tarusan, Gabriola (6 bulan) warga Bayang Utara, Aska (3 bulan) warga Asam Kumbang, Rania (3 bulan) warga Tarusan, Aska Rabi (3 bulan) warga Tarusan, Arsya (3 bulan) warga Tarusan. (MIN)

BACA JUGA