Senin, 29/01/2018 22:38 WIB

Rumah Randang Padang Keluhkan Mahalnya Sewa Tenda Pameran HPN 2018

BERHARAP PESERTA HPN SINGGAH DI RUMAH RANDANG PADANG

Rumah Randang Ikaboga Padang

Rumah Randang Ikaboga Padang

Padang, sumbarsatu.com--Rumah Randang Padang mengeluhkan mahalnya sewa tenda pameran yang ditawarkan penyelenggara peringatan Hari Pers Nasional 2018 kepada pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Pameran yang diutamakan untuk pelaku usaha kecil dan produk kerajinan rakyat itu  dipusatkan di kawasan GOR Agus Salim Padang, dipatok penyelenggara dengan harga kisaran 3-4 juta rupiah per tenda seluas 3x2 meter.

"Kami dari Rumah Randang Padang terus terang keberatan dengan harga yang bagi UKM cukup tinggi itu yang dipatok Rp3 juta sampai dengan Rp4 juta. Kami sendiri tak tahu bagaimana koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Perdagangan, atau instansi lainnya sehingga tenda-tenda itu dijual kepada pelaku usaha kecil. Idealnya, jika pun dipungut uang, tentunya untuk kebersihan dan listrik, misalnya," kata Neni Rahdipa, Owner Dapua Uni Dipo Spesifik Randang Jamur, pembukaan “Makan Nasi Jo Randang” di Rumah Randang Jalan Ahmad Yani Kota Padang, Senin (29/1/2018).

Dapua Uni Dipo Spesifik Randang Jamur ini merupakan salah satu pelaku usaha masakan randang yang tergabung dalam Koperasi Wanita Ikaboga Padang dan membentuk bersama-sama Rumah Randang Padang.  

Menurut Neni, hingga kini Rumah Randang Padang belum bisa memutuskan terkait  keikutsertaan dalam pameran produk usaha kecil dan menengah dalam rangkaian HPN 2018 itu.

Koperasi Wanita Ikaboga Padang telah menyiapkan sebanyak 17 varian Randang untuk menyambut para peserta Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang diselenggarakan di daerah itu.

"Rumah Randang Padang masih berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Padang. Pembicaraan sebelumnya, pelaku UKM yang ikut berpameran dalam HPN itu tak dipungut biaya. Tapi setelah itu, pihak penyelenggara menerapkan tarif. Dan ini sangat kami sayangkan," tambah Neni.

Kendati kelak tak bisa ikut dalam pameran itu, pihak Rumah Randang Padang akan  menyurati pihak panitia pelaksana daerah HPN 2018 agar dijadwalkan Rumah Randang Padang masuk dalam rute kunjungan peserta dan tamu HPN 2018.

"Kami berharap, Rumah Randang Padang masuk dalam jadwal dan rute peserta HPN dalam kunjugan wisata dan kuliner sehingga memungkinkan untuk membantu usaha ini. Rumah Randang Padang sebagai ikon kuliner wisata Kota Padang siap menyukseskan HPN 2018 ini," terang Neni lagi.

Kepala Dinas Perdagagangan dan Perindustrian Sumbar Asben Hendri terkait dengan pelaksanaan pameran memeriahkan HPN itu, mengatakan, pameran produk UKM dan IKM akan dilangsungkan 5-9 Februari 2018 kawasan GOR Haji Agus Salim Padang.

"Kendati ini gawenya Dinas Perdagagangan dan Perindustrian tapi pelaksanaannya dlakukan pihak ketiga atau event organizer (EO). Konsekuensinya EO yang menyiapkan semua infrastruktur dan fasilitas pameran. Untuk itu mereka profesional agar bisa menutupi biaya-biaya yang dikeluarkan. Jadi tenda-tenda itu disewakan," kata Asben Hendri seperti dilansir klikpositif.   
 Tambah Asben Hendri, jika pelaku UKM dan IKM merupakan binaan dinas-dinas dan CSR tentu bisa dicarikan jalan keluarnya. "Paling tidak bisa dibiayai dinas-dinas atau perusahaan terkait."
 
Kegiatan peringatan HPN 2018 ini sudah disiapkan setahun lalu. HPN merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang digelar sekali dalam 2 tahun. Tahun ini Sumatera Barat menjadi tuan rumah. Diperkirakan, lebih kurang 2.000 ribuan peserta dan tetamu hadir di Sumatera Barat. Puncak HPN ini ditetapkan pada 9 Februari 2018 yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Menyediakan 17 Variasi Randang

Rumah Randang Padang menghimpun lebih kurang 40 pelaku usaha masakan rumahan yang dilakukan ibu-ibu rumah tangga. Lalu mereka bersama-sama membentuk koperesi yang mereka beri nama Ikaboga Padang, yang diresmikan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah pada 11 Juni 2016.
    
"Ikaboga inilah yang melahirkan Rumah Randang Padang pada tahun 2016 lalu. Ada lebih kurang 40-an pelaku usaha rumahan randang yang bergabung di Ikaboga. Masing-masing punya ciri-ciri masakan randang. Maka, di Rumah Randang ini, tersedia 17 varian masakan randang," kata Amalia Hafinar, Wakil Ketua Ikaboga Padang.

Varian masakan randang itu antara lain randang daging, belut, tuna, jengkol, telur, suir, puyuh, paru, lokan, ayam, jamur, paku, ubi, udang dan kale.

"Lebih kurang 10-15 kg kami memproduksi randang setiap hari. Selain itu, sejak Senin ini (29/1/) Rumah Randang Padang menyediakan paket baru "Makan jo Randang" langsung di gerai ini. Ini salah satu cara kami agar randang bisa dinikmati di lokasi proses pemasakannya," terangnya.  

Selain bisa dinikmati di Rumah Randang, bentuk kemasan juga tetap dihadirkan dengan harga terjangkau berkisar Rp65 ribu per seperempat kg.

Sementara itu Harti Ningsih, Sekretaris Ikaboga sekaligus pemasaran mengatakan, randang merupakan salah satu masakan khas asli masyarakat Minang, yang cara olahannya diwariskan secara tutun temurun. (SSC/NA)

BACA JUGA