Mengamuk di Kantor KONI Pessel, Pelatih Dayung Dilaporkan ke Polisi

Jum'at, 26/01/2018 15:51 WIB
Kondisi Kantor KONI Pessel usai kejadian diobrak abrik oleh oknum pelatih dan atlet dayung.

Kondisi Kantor KONI Pessel usai kejadian diobrak abrik oleh oknum pelatih dan atlet dayung.

Pessel, sumbarsatu.com--Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) diobrak abrik oleh pelatih dan atlet dayung sehingga berantakan dan banyak inventaris organisasi induk cabang olahraga itu yang rusak. Atas tindakan murka itu, jajaran KONI melaporkan pelaku ke Polres Pesisir Selatan.

Menurut Ketua Bidang Hukum KONI Pessel, Wisal Anpriadi, melaporkan pelaku bertujuan memberi efek jera pada pelaku. Sebab, tindakan brutal seperti itu merupakan preseden buruk bagi olahraga daerah di masa depan.

"Laporan dengan LP/55/B/2018/SPKT-3/Res-Pessel. Ini tindakan tegas dari kami dengan membawa ke ranah hukum," katanya pada wartawan di Painan, Jumat (26/1/2018).

Kejadian berawal ketika pelatih dayung, Andi (pelaku perusakan) dan seorang atletnya datang ke sekretatiat KONI pukul 14.00 WIB untuk mengambil bonus atlet dan pelatih pada acara peringatan Haornas 2017.

Ketika baru datang, Andi langsung menanyakan bonus atlet. Sementara, bonus telah diambil atlet bersangkutan. Karena bonus memang harus diberikan langsung pada atlet bersangkutan.

Tak terima dengan hal itu, pelaku pun serta merta meninju meja biro hingga bolong. Bahkan sambil berkata dengan nada mengancam.

"Ang lai tau sia den, ndak! Jan macam-macam ang jo den," ucapnya dengan arogan pada Wakil Sekretaris III, Randhi Anggara yang sebelumnya didaulat menyerahkan bonus.

Usai menggertak pengurus yang ada di sekretariat dan merusak meja, pelaku kemudian pergi. Sekitar pukul 16.10 WIB, pelaku kembali datang bersama sejumlah temannya.

Bukannya meminta maaf tapi pelaku kembali merusak sejumlah aset KONI, yakni dengan membanting tiga unit bangku hingga patah.

Selain memberikan efek jera, lanjut Wisal, pelaporan juga bertujuan untuk menjaga marwah KONI Pessel sebagai induk olahraga di daerah ini.

"Apalagi, kini pengurus dan semua cabor tengah konsentrasi menghadapi Porprov di Pariaman akhir tahun ini," ujarnya.

Lebih dari itu, ia menegaskan pelaporan juga bertujuan mencari otak pelaku dari kejadian itu. Sebab, menurutnya, KONI yakin ada yang mengompori pelaku, sehingga ia berani berbuat anarkis.

Untuk itu, dirinya berharap pihak Kepolisian segera mengusut tuntas kejadian tersebut. Bahkan mengungkap dalang di balik peristiwa itu.

Usai memberikan keterangan, jajaran Kepolisian Pesisir Selatan langsung melakukan penyelidikan di TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti. (MIN)

Kondisi Kantor KONI Pessel usai kejadian diobrak abrik oleh oknum pelatih dan atlet dayung.

 

BACA JUGA