Di Pesisir Selatan, Kontraktor Lari, Jembatan Terbengkalai

-

Kamis, 25/01/2018 15:42 WIB
Lokasi jembatan gantung yang Terbengkalai di kawasan Bukit Kaciek Koto Luar, Nagari Duku, Kecamatan XI Tarusan.

Lokasi jembatan gantung yang Terbengkalai di kawasan Bukit Kaciek Koto Luar, Nagari Duku, Kecamatan XI Tarusan.

Pessel, sumbarsatu.com--Pembangunan proyek jembatan gantung di kawasan Bukit Kaciek Koto Luar, Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terbangkalai ditinggal pergi oleh kontraktor.

Informasi dihimpun sumbarsatu.com di lapangan, Kamis (25/1/2018), tampak jembatan tersebut belum tuntas dibangun. Di sana-sini bengkalai yang belum selesai dikerjakan karena ditinggal kontraktor. Di papan pengumuman tertera pengerjaan proyek sejak tanggal 28 September 2017. Keterangan warga, pembangunan proyek jembatan tersebut ditinggal kontraktor akibat kehabisan modal.

"Gaji pekerjanya juga banyak yang tidak dibayarkan. Bahkan ada yang sampai Rp1 juta sampai Rp1,5 juta yang tidak dibayar," terang seorang pekerja Dodi (40) pada sumbarsatu.com, Kamis (25/1/2018).

Dalam kondisi terbangkalai, kebutuhan sarana jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga sebagai transportasi bagi petani. Akibat terbengkalainya pembangunan tersebut, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat jadi tersendat.

Kadis PU dan Penataan Ruang Pessel, Era Sukma Munaf mengaku, sudah melihat kondisi jembatan tersebut. Ia menyebut, pembangunan tersebut memang telah dilaksanakan pihak kontraktor yang tidak bertanggung jawab.

"Kita sudah teleransi selama 50 hari kerja masa denda, tetapi tidak dilaksanakan juga, kemunkinan kontraknya akan kita putus dan diblack list karena telah mungkir dari target kita," terang Era Sukma saat ditemui di ruangan kerjanya.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan alternatif warga di Bukit Kaciek tersebut dengan anggaran Rp983 juta terget masa kerja 90 hari. Namun, akibat terkendala kelalaian kontraktor, pembangunan tersebut harus dilanjutkan dianggaran perubahan.

"Kelanjutan kegiatannya jika tidak ada kejelasan dari kontraktor, kemungkinan akan kita lanjutkan pada perubahan 2018. Dan selanjutnya, kontraktor yang mengerjakan nanti akan kita seleksi," tegasnya. (MIN)

Lokasi jembatan gantung yang terbengkalai di kawasan Bukit Kaciek Koto Luar, Nagari Duku, Kecamatan XI Tarusan.
Kontraktor Nakal, Pekerjaan Jembatan Gantung Terbengkalai

Pessel,sumbarsatu.com--Sangat memiriskan pembangunan proyek jembatan gantung di kawasan Bukit Kaciek Koto Luar, Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) terbangkalai ditinggal pergi oleh kontraktor nakal.

Informasi dihimpun sumbarsatu.com dilapangan, jembatan tersebut ditinggal pergi kontraktor sudah selama 25 hari kerja dari tanggal 28 September 2017. Keterangan warga, pembangunan proyek jembatan tersebut ditinggal kontraktor akibat kehabisan modal.

"Gaji pekerjanya banyak yang tidak dibayarkan. Bahkan ada yang sampai Rp1 juta sampai Rp1,5 juta yang tidak dibayar," terang seorang pekerja Dodi (40) pada sumbarsatu.com.

Dalam kondisi terbangkalai, kebutuhan sarana jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga sebagai transportasi bagi petani. Akibat terbengkalainya pembangunan tersebut, dan sarana yang dibutuhkan masyarakat jadi tersendat.

Kadis PU dan Penataan Ruang Pessel, Era Sukma Munaf mengaku, sudah mensurvei kondisi pembangunan tersebut. Ia menyebut, pembangunan tersebut memang telah dilaksanakan pihak kontraktor yang tidak bertanggungjawab.

"Kita sudah telorin dengan 50 hari kerja masa denda. Tetapi, tidak dilaksanakan juga, kemunkinan kontraknya akan kita putus dan diblack list karena telah mungkir dari target kita," terang Era Sukma saat ditemui di rungan kerjanya.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan alternatif warga di Bukit Kaciek tersebut dengan anggaran Rp983 juta terget masa kerja 90 hari. Namun, akibat terkendala kelalaian kontraktor, pembangunan tersebut harus dilanjutkan dianggaran perubahan.

"Kelanjutan kegiatannya jika tidak ada kejelasan dari kontraktor, kemungkinan akan kita lanjutkan pada perubahan 2018. Dan selanjutnya, kontraktor yang mengerjakan nanti akan kita seleksi," tegasnya,(MIN)

BACA JUGA