Jum'at, 12/01/2018 19:41 WIB

Usaha Budi Daya Lele Makin Berkembang di Palembayan

Budi daya ikan lele

Budi daya ikan lele

Agam, sumbarsatu.com- Palembayan dulu dikenal sebagai penghasil lele. Kala itu, lele yang dihasilkan adalah lele rawa. Lele rawa ditangkap menggunakan lukah (bubu), di rawa-rawa yang ada di kawasan Palembayan belahan barat.

Namun, dengan dibukanya perkebunan sawit di kawasan itu, lele jadi langka. Hal itu disebabkan habitatnya sudah habis.

Tetapi Pemkab Agam, melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) berupaya menghidupkan kembali Palembayan sebagai penghasil lele. Hanya saja, lele yang dikembangkan bukan lagi lele rawa, tetapi lele jenis Sangkuriang, seperi disampaikan Kepala DPKP Agam, Ermanto, S.Pi, M.Si, Jumat (12/1/2018), di Lubuk Basung.

Menurutnya, lele Sangkuriang jenis unggul, dengan cita rasa tidak begitu jauh berbeda dengan lele rawa.

Lele unggul itu kini sudah dikembangkan pada 20 titik usaha di Palembayan.

Lele Sangkuriang cukup diminati konsumen. Harga lele segar di beberapa pasar rakyat, sekitar Rp16.000 sampai Rp20.000/kg. Sedangkan harga lele asap mencapai Rp80.000 sampai Rp100.000/kg.

“Pemkab Agam selalu mendukung upaya petani ikan lele, karena prospeknya menjanjikan.

Ermanto mengingatkan petani ikan,agar selalu menjaga kualitas produk mereka, baik dalam bentuk segar, maupun lele asap. Dengan demikian, produk mereka selalu diminati konsumen. (MSM)

BACA JUGA