Agar Presiden Jokowi Makin Sukses, Ini Saran SBY

Jum'at, 05/01/2018 20:07 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Profesor Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Ketua Umum Partai Demokrat Profesor Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Bogor, sumbarsatu.com - Ketua Umum Partai Demokrat Profesor Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meyakini Presiden Joko Widodo telah merencanakan dan mempersiapkan pengelolaan negara di kedua tahun yang penuh tantangan dan sekaligus peluang ini dengan sebaik-baiknya.

Di kedua tahun yang dimaksud adalah Pilkada serentak 2018 di 171 daerah dan Pemilu serentak di tahun 2019.

Disertai niat dan tujuan agar Presiden Jokowi makin sukses dalam menjalankan tugas negara dan pemerintahan di kedua tahun yang menentukan tersebut, Partai Demokrat ujar SBY, ingin menyampaikan beberapa hal, yang merupakan pandangan, harapan, ajakan dan komitmen kami sebagai peserta Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"?Mari kita junjung tinggi moral dan etika politik dalam pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 mendatang," kata SBY saat menyampaikan pernyataan politik Partai Demokrat terkait dengan Agenda Nasional 2018, di Desa Curug, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/1/2018).

Secara moral lanjutnya, semua pihak wajib berbuat agar pilkada dan pemilu mendatang benar-benar berlangsung secara jujur, adil dan demokratis. Bebas dari kecurangan dan pelanggaran, apalagi yang amat keterlaluan.

Tidak menghalalkan segala cara, apalagi yang bertentangan dengan undang-undang dan aturan pemilu. Tidak menghancurkan pesaing-pesaingnya dengan kekuatan uang besar-besaran.

"Meskipun persaingan bisa sangat keras, tetapi ingat selalu ada batasnya. Kekerasan dan penggunaan kekuatan fisik bukanlah cara yang baik. Kita harus memegang prinsip kompetisi antar-saudara. Persaingan dalam persatuan. Setelah pemungutan suara dilakukan, kita harus menghormati dan menerima hasilnya," kata dia.

Setiap kandidat dan partai politik ujar SBY, tentulah ingin menang. Tetapi harus siap pula menerima kekalahan.

"Partai Demokrat pernah menang, pernah pula kalah. Kalau menang kami bersyukur dan tentu senang, namun tetap menjaga perasaan yang kalah. Kalau kalah kami tawakal, menerimanya secara ksatria dan langsung mengucapkan selamat kepada yang menang. Tidak memelihara dan mewariskan dendam dan kebencian kepada penerus-penerus kita. Inilah indahnya sportifitas dalam kompetisi yang beradab. Inilah etika pemilu yang harus kita junjung tinggi dan jalankan," ungkapnya.

Oleh karena itu kata SBY, ?Partai Demokrat berharap penyelenggara Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 dapat menjaga integritas dan kualitas kinerjanya. Baik Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019 sama-sama memiliki tantangan dan kompleksitas yang tinggi.

Dia jelaskan, Pilkada 2018 adalah pilkada terbesar atau paling banyak pesertanya yang dilaksanakan secara serentak. Sedangkan Pemilu 2019 adalah pemilu pertama yang baik pemilu legislatif maupun pemilihan Presiden dan Wakil Presiden juga dilaksanakan secara serentak.

Karenanya, semua penyelenggara pemilu, baik jajaran KPU, Bawaslu maupun DKPP, harus merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan semua kegiatan pilkada dan pemilu tersebut dengan baik.

"Jangan sampai terjadi kesalahan, apalagi yang prinsip sifatnya. Di samping harus cakap dan memiliki integritas yang baik, para penyelenggara pemilu harus siap pula bekerja dengan intensitas yang tinggi. Jika terjadi permasalahan yang serius, jajaran KPU harus mampu melaksanakan manajemen krisis, sehingga persoalan itu dapat diatasi dengan baik," sarannya. (BAL)

BACA JUGA