Kamis, 04/01/2018 20:18 WIB

Kepala BKPSDM Pessel Bantah Pencopoton Dua Kepala Dinas

ABSEN SAAT APEL PERTAMA PASCALIBUR

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pessel, Adha Yanuar

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pessel, Adha Yanuar

Pessel, sumbarsatu.com--Beredar kabar di tengah masyarakat dan beberapa media sosial, dua kepala dinas di Kabupaten Pesisir Selatan dicopot Bupati Hendrajoni. Kedua kepala dinas tak terlihat pada hari pertama kerja Selasa (2/1/2018) setelah libur panjang. Tetapi kabar itu dibantah Pemkab Pessel. Kedua kepala dinas itu ialah Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Perikanan.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pessel, Adha Yanuar mengatakan, berita yang terlanjur beredear karena terjadi miskomunikasi. Perintah pencopotan tersebut tidak ada keluar dari Bupati Hendrajoni sebagai Bupati Pessel.

"Tidak ada pencopotan, itu sebenarnya kewenangan bupati di antaranya ada off record. Yang bahasa pencopotan tidak ada. Itukan perlu dievaluasi. Karena pada hari Selasa (2/1/2018) itu wajib masuk kantor keduanya (eselon II) tanpa ada alasan tertulis," ujarnya.

Jika ada pencopotan dua jabatan eselon II di daerah itu, ia mengaku tentu ada pemberitahuan dari bupati pada instansinya.

"Tidak ada, tidak ada. Kalau ada pencopotan tentu ada pemberitahuan kepada kita. Itukan, bahasa media mungkin perlu diluruskan kembali," ucapnya.

Sebelumnya, terkait berita pencopotan dua eselon II di lingkungan Pemkab Pesisir Selatan beredar luas. Pencopotan dilakukan saat apel gabungan yang dipimpin Bupati Hendrajoni pada Selasa (2/1/2018).

Dalam apel itu ada tujuh orang ASN tidak hadir tanpa keterangan, masing-masingnya dua kepala dinas dan selebihnya kabid dan kasi.

Informasi yang beredar, Bupati Hendrajoni akan melakukan rotasi dan mutasi yang berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan satu tahun terakhir. Namun, dua pejabat Eselon II yang bakal dicopot itu merupakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Perikanan.

"Kedua kadis yang tak hadir saat hari pertama kerja memang ada halangan, namun keduanya juga tidak memberikan alasan tertulis, maka di situ lah bupati agak marah, kalau soal pencopotan tidak ada," kata Adha Yanuar.

"Kalau Kadis Perikanan memang sedang berangkat umrah dan Kadis Pariwisata serta yang lainnya itulah yang belum jelas. Memang kita belum terima alasan secara tertulis," tutupnya. (MIN)

BACA JUGA