Kamis, 04/01/2018 13:21 WIB

18 Nagari di Batang Kapas Ikut Bimtek

DUKUNG EKONOMI MASYARAKAT

18 wali nagari dan Badan Musyawarah (Bamus) se- Kecamatan Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) untuk revitalisasi inovasi nagari yang diadakan Tim Program Inovasi Desa (TPID) di Kantor Camat Batang Kapeh, Kamis (4/1/2018).

18 wali nagari dan Badan Musyawarah (Bamus) se- Kecamatan Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) untuk revitalisasi inovasi nagari yang diadakan Tim Program Inovasi Desa (TPID) di Kantor Camat Batang Kapeh, Kamis (4/1/2018).

Batang Kapeh, sumbarsatu.com--Sebanyak 18 wali nagari dan Badan Musyawarah (Bamus) se- Kecamatan Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) untuk revitalisasi inovasi nagari yang diadakan Tim Program Inovasi Desa (TPID) di Kantor Camat Batang Kapeh, Kamis (4/1/2018). Tujuan bimtek untuk menggenjot dan mendukung ekonomi masyarakat.

Ketua TPID Kecamatan Batang Kapas, Rega Desfinal mengatakan, dalam melakukan pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat nagari yang merupakan bagian dari perwujudan amanat UU No 6 tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) sejak tahun 2015.

Pelaksanaan program inovasi desa (PID), yang dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana nagari dengan memberikan banyak referensi dan inovasi pembangunan desa. PID juga melakukan revitalisasi peran pendampingan nagari dalam pengembangan potensi ekonomi lokal dan kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia serta infrastruktur nagari.

"Tujuan PID ini untuk memaksimalkan kegiatan inovasi yang dapat mendorong efektivitas penggunaan atau investasi dana nagari menuju peningkatan produktivitas desa/nagari melalui proses pengelolaan pengetahuan secara sistematis, terencana dan partisipatif," ungkapnya.

"Saya banyak melihat perubahan di nagar-nagari sejak adanya dana desa/nagari yang mereka kelola sendiri, mulai dari peningkatan skill masyarakat dan adanya pembangunan sarana prasarana di desa tersebut," tambahnya.

Melalui PID ini diharapkan mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif dan merupakan salah satu bentuk dukungan kepada nagari agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan dana desa/nagari sebagian investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

Camat Batang Kapas, Zoni Eldo mengatakan, setiap nagari harus memberikan perhatian lebih terhadap potensi yang ada, potensi tersebut agar bisa dikembangkan dan dikelola dengan baik dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Lewat program ini dapat mendorong efektifitas pengunaan dana nagari dan selanjutnaya peningkatan aktivitas dan kapasitas pengelolaan program dimasing-masing nagari," tutupnya. (MIN)

BACA JUGA