Minggu, 31/12/2017 19:53 WIB

Minimalisir Maksiat, Malam Pergantian Tahun, Objek Wisata di Agam Ditutup

-

-

Agam, sumbarsatu.com- Tidak ada tawar-menawar, malam pergantian tahun tidak boleh ada acara apa pun di objek wisata yang ada di Agam. Itu harga mati, ungkap Bupati Agam, H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, ketika dihubungi via ponselnya Minggu (31/12/2017).

Siang hari, dipersilakan mengadakan kegiatan sesuai dengan rencana masing-masing nagari dan pengelola objek wisata.

“Saya senang, karena beberapa hari terakhir sampai besok banyak nagari yang melaksanakan Khatam Qur’an, sehingga aktifitas anak-anak kita lebih marak di masjid dan surau. Sebagai gambaran, dari kemarin saya sudah menghadiri 5 tempat khatam qur’an, dengan peserta ratusan orang,” ujarnya.

Menurutnya, Senin (1/1/2018) pagi, ia akan mengupayakan menghadiri Khatam Qur’an di nagari Cingkariang, dengan peserta khatam 96 orang.

Menurut rencana, Dt. Malako Nan Putiah juga akan menghadiri Haflah Khatam Al-Qur'an di MDTA Darul Makmur Sungai Cubadak, yang diikuti 114 santri, dan MDTA Plus SD 18 Kubang Pipik dengan peserta 26 santri.

Tekan Maksiat

Penutupan objek wisata pada malam pergantian tahun,bukan hanya tahun ini. Tetapi tahun-tahun sebelumnya juga sudah dilakukan Pemkab Agam.

Tujuannya untuk menekan angka maksiat di daerah itu. Sebelum diambil kebijakan tersebut, diduga kuat objek wisata dimanfaatkan pasangan ilegal untuk bermesumria.

Menurut beberapa pemuka masyarakat di sekitar objek wisata, pelaku mesum kebanyakan datang dari luar daerah.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Parpora) Agam, melalui Kabid Pengembangan Objek Wisata, Rinaldi, ST, pada malam pergantian tahun 2017-2018, tim gabungan akan melakukan pengawasan dan pemantauan pada objek wisata. Tim beranggotakan unsur Dinas Parpora Agam, Satpol PP Agam, Polres Agam dan Polres Bukittinggi, TNI, dan pihak terkait lainnya.

“Tidak ada toleransi, semua objek wisata di Agam ditutup pada malam pergantian tahun,” ujarnya bertegas-tegas. (MSM)

BACA JUGA