Rabu, 27/12/2017 08:07 WIB

Membangun Objek Wisata di Salingka Danau Maninjau Dapat Respons Positif

OBSESI BUPATI AGAM

Sesudut keindahan Taman Muko-Muko, objek wisata di pinggiran DAnau Maninjau.

Sesudut keindahan Taman Muko-Muko, objek wisata di pinggiran DAnau Maninjau.

Agam, sumbarsatu.com- Obsesi Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah untuk membangun objek wisata di Salingka Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, mendapat sambutan hangat dan respons positif berbagai kalangan.

Salah seorang tokoh masyarakat Tanjung Raya, Erman Tanjung menilai gagasan itu pantas disambut hangat dan diapresiasi segenap anak Nagari Salingka Danau Maninjau.

“Itu ide yang sangat cemerlang dan pantas mendapatkan apresiasi spesial dari anak Nagari Salingka Danau Maninjau. Pariwisata merupakan salah satu andalan warga salingka danau,” ujarnya, Selasa (26/12/2017).

Menurutnya, sejak lama sektor pariwisata menjadi kebanggaan warga Tanjung Raya. Dengan pariwisata pula, Tanjung Raya dikenal sampai ke mancanegara.

Namun, dalam perjalanan waktu, keramba jala apung (KJA) muncul, dan menjadi primadona perekonomian warga. Maka, muncullah masalah. Perairan danau tercemar, sehingga wisatawan mancanegara, secara pelan namun pasti mulai menjauh dari Tanjung Raya.

Kini, muncul masalah. Ikan dalam KJA pun dilanda bencana. Beratus-ratus ton ikan budidaya warga dalam KJA mati. Kerugian pun meluluhlantakkan perekonomian warga, khususnya mereka yang mengais rezeki di sektor itu. Mantan Wali Nagari Koto Kaciak itu mengatakan akan segera bermusyawarah dengan para tokoh masyarakat dan pihak Pemerintah Nagari Koto Kaciak, membicarakan maslah tersebut.

“Saya sebagai warga Nagari Koto Kaciak sangat mendukung gagasan bupati tersebut. Insyaallah, secepatnya kami akan membuat perencanaan, karena kami di Koto Kaciak memiliki lokasi yang pantas dijadikan objek wisata,” ujarnya.

Pemuka Masyarakat Tanjung Raya lainnya, Weliardi, juga sangat setuju, dan mendukung gagasan bupati tersebut. Karena pada dasarnya, alam Salingka Danau Maninjau memang indah, dan sangat cocok dibangun menjadi objek wisata.

Namun ia berharap, sebelum objek dibangun, alangkah baiknya bisa SDM-nya dibenahi terlebih dahulu. Karena, sektor pariwisata membutuhkan manusia-manusia yang benar-benar memahami, dan mampu mengelola sebuah objek wisata dengan baik dan benar.

“Bila SDM-nya tidak dibenahi, saya khawatir objek, yang sudah susah payah dibangun, akan membangkai nantinya, karena salah urus,” ujarnya.

Ia menyebutkan,wisatawan berkunjung ke sebuah objek wisata untuk bersantai, bersenang-senang. Bila yang mereka temui di sebuah objek jauh dari menyenangkan, mereka tidak akan berniat berkunjung untuk kedua kalinya.

“Membangun objek wisata tidak sulit, walau juga tidak bisa dikatakan mudah. Namun untuk memajukannya tidak mudah, walau juga tidak terlalu sulit. Untuk itu, saya rasa perlu dipersiapkan SDM pengelolanya terlebih dahulu,” ujar mantan Wali Nagari Maninjau itu. (MSM)

BACA JUGA