Malam ini Tantra Dance Teater Tampilkan Tari, Musik, dan Randai Kreasi

Jum'at, 22/12/2017 11:54 WIB
Tantra Dance Teater Padang dalam salah sato karya tari Indra Yudha

Tantra Dance Teater Padang dalam salah sato karya tari Indra Yudha

Padang, sumbarsatu.com--Tantra Dance Teater Padang, malam ini, Jumat (22/12/2017) menggelar serangkaian pertunjukan tari dan musik di Teater Utama Taman Budaya Sumatera Barat.

Menurut Indra Yudha, pimpinan Tantra Dance Teater Padang, ada tiga karya koreografi yang ditampilkan, selain musik dan seni randai modern.

"Saya menggarap dan menampilkan tiga karya koreografi saya untuk pertunjukan malam ini (Jumat). Tiga tari baru itu ialah "Riak Ranah Bundo", "Trick", dan Step by Step". Sedang untuk komposisi musik "E Dodo Ei" karya Odi Kastilo, dan untuk randai kreasi "Malin Kundang", diarahkan oleh Fabio Yuda," kata Indra Yudha, kepada sumbarsatu, Jumat (22/12/2017) di Taman Budaya Sumatera Barat. 

Kegiatan di pengujung tahun 2017 ini, dilaksankan kerja sama mahasiswa yang mengambil kelas Manajemen pada Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang. Pertunjukan dimulai pukul 20.00 WIB. 

"Mahasiswa Kelas Manajemen merencanakan dan menyiapkan festival ini dan mereka merealisasikan semua pelajaran dan teori yang dipejarinya di bangku kuliah. Tepatnya kegiatan ini merupakan praktik mereka. Yang mengisi kontennya, Tantra Dance Teater bersama-sama dengan komposer dan koreografer muda di FBS UNP," terang Indra Yudha, yang juga pengajar tari di UNP.

Terkait dengan tiga nomor tari karya Indra Yudha yang akan ditampilkan, dia menyebutkan, tari itu lahir sebagai respons terhadap peristiwa sosial dan budaya yang terjadi di negeri ini, terutama di Sumatera Barat.

Sebagai seorang seniman, tambahnya, karya yang ditampilkan sebagai proses dan perjalanan kreatif dan refleksi sosial.

Berikut ini sinopsis tiga karya tari Indra Yudha

"Trick"
Manusia punya obsesi untuk meraih jabatan, kekuasaan, ketenaran, dan kemasyuran. Artinya banyak cara yang dilakukan manusia untuk meraih kesuksesan dan kekuasaan, dalam menapaki kekuasaan dan jabatan tersebut ada intrik-intrik yang dilakukan manusia, sehingga ada intrik-intrik yang bersifat laten maupun yang bersifat nyata. Tak jarang intrik-intrik tersebut menepikan keberadaan satu dan yang lainnya, tetapi juga ada yang berkolusi.
Penari: Albadri, Roni Apriyanto, Ikrar Dinata, dan Zulmi Irvanda. Penata musik: Hengki Harmez Hidayat dan Odi Kastilo

"Step by Step"
Dalam kehidupan manusia berlaku suatu proses pertumbuhan dan perkembangan yang tidak dapat dielakan. Proses pertumbuhan tersebut terkadang berliku, dan menapak ibarat menaiki tangga, mulai dari tangga pertama, selanjutnya tangga kedua, dan seterusnya. Setiap anak tangga mengalami berbagai persoalan. Itulah manusia semenjak lahir telah mengalami fase-fase kehidupan. Namun banyak dari manusia sasaran hidupnya adalah materi. Materi dapat membuat kebahagian, tak jarang juga materi menjadi suatu kegelisahan.
Penari: Fabio Yuda, Rilla Mustika. Penata musik: Robby Febrian

"Riak Tanah Bundo"
Ranah Bundo adalah sebuah sebutan lain dari wilayah teritorial etnik dan budaya Minangkabau di Ranah Bundo lahir sebuah sistem kekerabatan yang ramai dikenal masyarakat luas di berbagai belahan Nusantara dengan kekerabatan matrilinial. Sebagai penganut azas matrilial, kaum perempuan adalah pewaris kesukuan dan harta benda dari klen kekerabatan masyarakat Minangkabau. Dengan demikian, masyarakat Minangkabau dapat disebut masyarakat berpola keluarga besar, sehingga dinamika harmoni, dan disharmoni dapat terselesaikan dalam kekerabatn. Konflik terkadang bukanlah suatu petaka, tetapi konflik adalah suatu bentuk penyelesaian dari perbedaan sudut pandang. Namun era kekinian, kearifan telah menepi dalam kaum perempuan di Ranah Bundo.
Penari: Feby Tri Rahmanda, Gemala Dewi. Penata musik: Ribby Febrian. (SSC)

 

 

BACA JUGA