Kamis, 07/12/2017 05:01 WIB

Tersebab Belum Lunasi Iuran, 48 Siswa SMKN 2 Lubuak Basuang Ujian di Lapangan Basket

PINTO JANIR: TOLONG PERHATIKAN INI PAK BUPATI

Memiriskan, sebanyak 48 siswa kelas II dan III SMKN 2 Lubuak Basuang, Kabupaten Agam-Sumbar dipaksa mengikuti Ujian Semester I (Ganjil) tahun pelajaran 2017/2018 di lapangan basket yang ada di sekolah tersebut. Para siswa dan siswi hanya duduk tanpa beralaskan tikar di lapangan basket mengikuti ujian (foto klikpositif).

Memiriskan, sebanyak 48 siswa kelas II dan III SMKN 2 Lubuak Basuang, Kabupaten Agam-Sumbar dipaksa mengikuti Ujian Semester I (Ganjil) tahun pelajaran 2017/2018 di lapangan basket yang ada di sekolah tersebut. Para siswa dan siswi hanya duduk tanpa beralaskan tikar di lapangan basket mengikuti ujian (foto klikpositif).

Lubuak Basuang, sumbarsatu,com--Memiriskan, sebanyak 48 siswa kelas II dan III SMKN 2 Lubuak Basuang, Kabupaten Agam-Sumbar dipaksa mengikuti Ujian Semester I (Ganjil) tahun pelajaran 2017/2018 di lapangan basket yang ada di sekolah tersebut. Para siswa dan siswi hanya duduk tanpa beralaskan tikar di lapangan basket mengikuti ujian.

Wakil Kepala SMKN 2 Lubuak Basuang Bidang Kurikulum, Ollya Darman, seperti dilansir klikpositif, mengatakan, siswa-siswi tersebut tidak diperkenankan masuk kelas karena ada yang terlambat datang dan belum membayar iuran bulanan.

“Memang ada yang belum melunasi administrasi, sehingga mereka tidak bisa mengikuti ujian di dalam kelas. Mereka kita gabungkan dengan siswa yang datang terlambat dan mengikuti ujian di lapangan basket,” katanya tanpa merinci berapa jumlah siswa yang belum membayar iuran.

Dijelaskan Ollya Darman, di SMKN 2 Lubuak Basuang memang ada aturan bahwa setiap murid wajib membayar iuran setiap bulannya. Jumlah iuran itu, sesuai dengan kemampuan masing-masing wali murid. Ada yang menyumbang Rp20 ribu hingga Rp100 ribu.

Awalnya, jumlah sumbangan menurut Ollya Darman, ditetapkan sebesar Rp100 ribu setiap siswa per bulannya. Namun, karena sudah adanya tim Saber Pungli, maka sumbangan ditetapkan sesuai dengan kemampuan wali murid.

“Dulu memang ditetapkan 100 ribu rupiah. Namun sekarang jumlahnya di sesuaikan dengan kemampuan dari wali murid, karena ada tim Saber Pungli,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah untuk ujian hari selanjutnya para sisiwa yang belum melunasi iuran itu akan tetap mengikuti ujian di lapangan, Ollya Darman belum bisa memastikan.

“Kita akan panggil dulu orang tua siswa yang belum melunasi iuran," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Agam yang membidangi Pendidikan, Irfan Amran sangat menyayangkan langkah yang dilakukan pihak SMKN 2 Lubuk Basung.

“Apa tidak bisa diambil tindakan yang lebih bijak. Saya sangat menyayangkan hal ini,” katanya.

Komisi IV DPRD Agam akan segera menyikapi hal ini. "Kalau ada wali murid yang tidak terima akan hal ini, kami bersedia untuk duduk semeja membahasnya," pungkasnya.

Bupati Agam Harus Respons

Sementara itu, Pinto Janir, budayawan dan seniman Sumbar, menilai, tindakan yang dilakukan pihak SMKN 2 Lubuak Basuang, jauh dari sikap mendidik dan edukatif.

"Saya sedih. Iba benar hati ini rasanya. Sungguh. Terbayang di dalam rasa kalau yang ujian di lapangan basket itu adalah anak bujang saya. Membayangkan ini kalau terjadi pada anak saya, betapa terpukulnya saya sebagai orang tua, hanya karena tak mampu bayar iuran sekolahan, anak bujang ujian di lapangan basket," kata Pinto dengan suara terbata.
.
Menurutnya, untuk menegakkan disiplin ini bagus tapi tentu ada banyak hal yang harus dipertimbangkan jika akan mengenakan sanksi pada siswa, termasuk dampak pada kejiwaan siswa itu sendiri.

"Saya tak bisa mendustai hati saya, tetap teriba hati saya melihat mereka ujian di lapangan basket," tambahnya.

"Pak Bupati Indra Catri, mohon perhatiannya, tolong sampaikan kepada pihak sekolah, kasihan anak-anak harus ujian di lapangan basket. Salam pendidikan," katanya. (SSC)

BACA JUGA