Kamis, 07/12/2017 04:16 WIB

Syaiful: Dana KONI Ibarat "Gadis Cantik", Jangan Dikorupsi

Syaiful, Ketua KONI Sumbar

Syaiful, Ketua KONI Sumbar

Pessel, sumbarsatu.com--Anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menunjang program dan kegiatan pengurus KONI di daerah rentan disalahgunakan.

"Dana KONI ini ibarat "gadis cantik." Dana KONI ini selalu menggoda kalau iman tak kuat. Kita bisa diperiksa aparat penegak hukum," kata Ketua KONI Sumbar, Syaiful dalam sambutanya saat pelantikan KONI Pessel di hotel Saga Murni, Sago, Pessel Rabu (6/12/2017).

Kata Syaiful, soal dana KONI sudah banyak pengurus yang diperiksa oleh penegak hukum, seperti yang terjadi di kepengurusan KONI Kota Pariaman, dan masih ada kabupaten lainnya.

Ia tidak menampik hal itu, dirinya pun pernah diperiksa Kejari Sumbar soal dana KONI, dan dirinya diperiksa berdasarkan pengaduan masyarakat. Dalam pemeriksaan itu dirinya pun tidak terbukti.

"Jadi masyarakat punya hak mengetahui dana KONI dan mengawasi. Untuk itu jangan ada tutup menutupi soal dana, transparan saja, kalau kita dipanggil oleh penyidik datang saja, jangan takut yang jelas kumpulkan data," ujarnya.

Selain di Provinsi Sumbar dan kabupaten/kota, hal serupa juga terjadi di salah satu provinsi di Jawa. Dan tidak sedikit pengurus yang diperiksa gara-gara penyelewengan dana KONI ini.

"Maka dari itu kita mesti hati-hati kalau kita tidak paham soal pengelolaan anggaran bertanya kepada yang tahu. Jangan sempat terjebak karena dana KONI ini ibarat gadis cantik," ujarnya lagi.

Lanjut Syaiful mengatakan, kepengurusan KONI Pessel hari ini jangan sempat ada menimbulkan kerugian keuangan negara, sebab lembaga dan institusi mengawasi dana hibah ini sangat banyak salah satunya BPK.

Ia menambahkan, kita mesti cermat pengelolaan dana KONI ini. Sebab dana miliran dari APBD seyogiyanya digunakan untuk meningkatkan prestasi olahraga di masing-masing daerah justeru terindikasi kuat hanya dinikmati pihak-pihak tertentu.

"Uang rakyat untuk pembinaan atlet yang diharapkan mengharumkan nama daerah justeru disalahgunakan. Nah hal itu jangan sempat jerjadi di Pessel," katanya.

"Yakinlah kalau pengurus KONI niatnya sudah buruk, maka prestasi olahraga kita memburuk dan para atlet kurang mendapat perhatian karena dana yang diperuntukkan untuk hal tersebut telah masuk ke koncet pihak lain," tutup Syaiful. (MIN).

BACA JUGA