Senin, 04/12/2017 23:05 WIB

Kematian Masif Ikan di Danau Maninjau Kian Meluas

Kematian ikan dalam keramba jala apung (KJA), di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, kian meluas, seperti diinformasikan Kabag Humas Setda Agam, Helton, SH, MM, Senin (4/12/2017).

Kematian ikan dalam keramba jala apung (KJA), di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, kian meluas, seperti diinformasikan Kabag Humas Setda Agam, Helton, SH, MM, Senin (4/12/2017).

Maninjau, sumbarsatu.com- Kematian ikan dalam keramba jala apung (KJA), di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Senin (4/12/2017), kian meluas, seperti diinformasikan Kabag Humas Setda Agam, Helton, SH, MM, Senin (4/12/2017).

Menurutnya, sebelumnya Kematian ikan hanya pada beberapa titik, seperti di kawasan nagari Tanjung Sani dan Bayur. Namun, Senin (4/12/2017), ikan yang mati hampir pada seluruh KJA yang ada di perairan Danau Maninjau.

Helton memperkirakan, penyebab kematian ikan adalah racun yang terkandung dalam residu pakan ikan, yang selama ini menumpuk di bawah KJA.

“Residu pakan yang bercampur dengan lumpurdi dasar danau, kemudian mengapung ke permukaan karena perairan danau diguncang angin kencang. Itulah yanf diduga kuat sebagai penyebab kematian ikan dalam KJA,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Camat Tanjung Raya, Handria Asmi. Ia memperkirakan sudah ratusan ton ikan yang mati. Diyakini masih ada yang akan menyusul.

Camat menghimbau kepada seluruh petani keramba yang mengalami kematian ikan kerambanya, agar tidak membuang bangkai ikan keluar KJA. Upayakan pembersihan jaring ikan tersebut dengan menarik jaring keramba, dan mengumpulkan bangkai ke dalam karung. Setelah itu lakukan penguburan, sehingga pencemaran Danau Maninjau tidak bertambah.

Ia mengingatkan bagi pemilik KJA, yang ikannya masih sehat, agar memanen ikannya lebih awal, supaya tidak menderita kerugian lebih besar. (MSM)

BACA JUGA