Senin, 04/12/2017 10:35 WIB

"Malam Budaya Minangkabau" di TMII Melegakan

Taufik Efendi: Diplomasi Kebudayaan sebagai Pintu Masuk

Penampilan Sanggar Alkang Bangkeh Padang Panjang di TMII Anjungan Sumatera Barat  di Jakarta, Minggu malam (3/12/2017)

Penampilan Sanggar Alkang Bangkeh Padang Panjang di TMII Anjungan Sumatera Barat di Jakarta, Minggu malam (3/12/2017)

Jakarta, sumbarsatu.com--Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, Minggu malam (3/12/2017) bak "milik" orang Minang. Bunyi bansi ditimpali talempong dan nyanyian Minang membelah kawasan seluas 150 hektare itu, apik dibawakan Sanggar Alang Bangkeh dari Padang Panjang. Saluang pun menyayat malam. Ratusan "urang awak" yang hadir menikmati "Malam Budaya Minangkabau", di Anjungan Sumatera Barat, seperti berada di ranah Minang, di kampungnya.

Begitulah suasana "Malam Badaya Minangkabau", peristiwa budaya seni Minangkabau yang dikemas berbeda dari kegiatan sebelumnya. Iven tahunan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini, kini dieksekusi tiga dinas dengan format kolaborasi, yaitu Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Perindustrian, plus Kantor Penghubung di Jakarta.

"Kolaborasi ini diharapkan mencapai sasaran utama peningkatan apresiasi masyarakat Minang terhadap seni, potensi wisata, dan hasil kerajinan kuliner Sumatera Barat. Kolaborasi antar-OPD ini baru pertama kali diadakan. Biasa bersifat parsial dan terkesan berjalan sendiri-sendiri. Sekarang kita satukan," kata Taufik Efendi, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, kepada sumbarsatu, Minggu (3/12/2017) di Jakarta.

Menurutnya, iven "Malam Budaya Minangkabau" ini dikesankan sebagai diplomasi kebudayaan Minangkabau sekaligus ajang silaturahmi bagi ranah dan rantau Minang, serta masyarakat Nusantara dan mancanegara lainnya. Selain seni sebagai media diplomasi itu, juga kekayaan kuliner, masakan, dan kerajinan rakyat ditampilkan dan diperkenalkan.

"Selain tokoh masyarakat Minang, juga hadir duta-duta besar negara sahabat seperti Rusia, Meksiko, Pakistan, dan Nikaragua. Promosi dan kolaborasi ini ditekankan pada bagaimana Minangkabau itu berada posisi penting dalam diplomasi kebudayaan. Dan malam ini kita baru memulainya," ujar Taufik Efendi lebih jauh.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dengan IP Band-nya yang juga ikut berpartisipasi tampil mengisi kegiatan ini, mengatakan, "Malam Budaya Minangkabau" merupakan sebagai salah satu upaya terobosan yang dilakukan tiga SKPD di lingkungan Pemprov Sumbar untuk membrading Minangkabau dari jalur budaya.

"Budaya Minang sebagai pintu masuk bagi orang lain untuk mengenal lebih jauh kekayaan seni dan budayanya. Makanya, kita mengundang kedutaan negara-negara sahabat untuk menikmati beragam kesenian Minangkabau di iven ini. Diplomasi budaya ini diharapkan memudahkan terjalinnya hubungan baik dengan mereka. Selain itu, tentu sebagai salah satu cara untuk pelestarian seni dan budaya Minang," kata Irwan Prayitno.

Malam itu terlihat juga hadir Elly Kasim, penyanyi senior dan tokoh masyarakat Minang di rantau, Yumirshal dan Hardison Dalga (pegiat seni dan pemerhati Minangkabau), Jasman Rizal (Kabiro Humas), dan masyarakat Minang di Jakarta dan sekitarnya. (SSC)

BACA JUGA