Sabtu, 02/12/2017 22:33 WIB

Emzalmi-Desri Ayunda Akan Kembalikan Padang sebagai Kota Perdagangan

Desri Ayunda di hadapan Relawan Deje

Desri Ayunda di hadapan Relawan Deje

Padang, sumbarsatu,com--Desri Ayunda menyebut tim pemenangnya telah menyiapkan konsep tentang pembangunan, termasuk konsep mengembalikan Padang sebagai kota perdagangan.

“Dulu Padang dikenal sebagai pusat perdagangan di Sumatera Barat, sekarang sebutan itu telah hilang karena berbagai hal,” ujarnya.

Desri Ayunda mengatakan hal itu, ketika mengadakan silaturahmi dengan ratusan Relawan Deje di Padang, Sabtu (2/11). Deje atau Desri Ayunda-James Hellyward adalah komunitas relawan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang dari jalur perseorangan pada pilkada Padang 2013 lalu.

Di hadapan Relawan Deje dan Wakil Wali Kota Padang Emzalmi, putra Koto Tangah itu menegaskan, hilangnya sebutan Padang sebagai kota perdagangan disebabkan terminal Lintas Andalas dialihfungsikan menjadi mal. Sedangkan terminal bus itu dipindahkan ke kawasan Aie Pacah, namun pemindahannya ditentang pengusaha bus dengan alasan akses angkutan kota ke Aie Pacah belum ada, sehingga calon penumpang kesulitan.

“Singkat cerita, Terminal Aie Pacah tidak berfungsi dan sampai hari ini, Padang belum punya terminal bus dan angkot,” ujar Desri.

Desri mengamati, angkutan transportasi bus bagian dari urat nadi perekonomian. Bus bukan saja mengangkut penumpang, tapi juga membawa hasil kebun, seperti cengkih dan bahan kebutuhan harian dari berbagai kabupaten di Sumbar ini.

“Dampaknya, setelah hasil kebun tadi dijual, mereka kemudian belanja di Padang untuk dijual lagi di kampung mereka, seperti membeli barang kelontong, pakaian, dan lainnya,” kata Desri seraya menambahkan sebutan Padang sebagai kota perdagangan akan diwujudkan kembali.

“Untuk mewujudkan, kita upayakan membangunan terminal bus dan terminal angkot di tengah Kota Padang, yang dekat dari pusat glosir,” tegas Desri.

Pada kesempatan silaturahmi Relawan Deje itu, Emzalmi dengan tegas mengatakan lahan untuk pembangunan terminal bus dan terminal angkot sudah ada.

“Selaku Wakil Wali Kota Padang, kajian tentang terminal di pusat Kota Padang telah dilakukan dari kalangan akademisi Unand dan pihak Kantor Perhubungan. Hasilnya, terminal dapat dibangun di pusat kota dengan menerapkan angkutan minibus atau bus berkapasitas 15 orang penumpang, sedangkan jalur keluar-masuk juga sudah diatur guna mencegah kemacetan,” kata Emzalmi.

Lahan untuk terminal bus itu, sambung Emzalmi, terletak di bekas Kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK), sedangkan terminal angkot jurusan arah Utara di bekas gedung IWAPI dan arah Selatan-Timur di bekas gedung Matahari serta di samping Balaikota.

“Ini lahan milik pemerintah, tinggal kita merencanakan pembangunannya,” tambah Emzalmi

Menurut Emzalmi, pihaknya akan mengembalikan geliat Padang sebagai kota perdagangan. Sebagai contoh, dulu di belakang terminal Lintas Andalas sampai ke arah Blok A merupakan pusat perdagangan, sekarang sudah sepi.

“Hasil survei menyebutkan , para pedagang bangkrut, pascalenyapnya terminal lintas Andalas. Insyaallah kita akan mewujudkannya kembali,” sebut Emzalmi.

Sebagamaina yang santer diberitakan, pasangan Emzalmi-Desri Ayunda telah sepakat maju sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang pada Pilkada Padang periode 2018-2023.
Pasangan ini dipastikan diusung Partai Golkar, Nasdem, PPP, Hanura, PBB, PKB, malah dikabarkan Demokrat dan Gerindra bakal ikut mengusung.

Desri Ayunda menambahkan, untuk mengembalikan Padang sebagai kota perdagangan, pihaknya akan membangun terminal di pusat kota, termasuk mengembangkan pembangunan pariwisata di Kota Tangah, kawasan Bungus dan Air Manis, bukan di Pantai Padang saja seperti dilihat hari ini.

"Untuk itu, kami perlu dukungan masyarakat pada Pilkada Padang tahun 2018 dan mari kita gunakan hak pilih saat pilkada nanti,” ajak Desri Ayunda.

Selain Emzalmi, pada silaturahmi Relawan Deje itu juga dihadiri James Hellyward, Yusman Kasim, Maspul dan tim pemenangan Emzalmi-Desri Ayunda. (SSC/Pong)

 

BACA JUGA