Jum'at, 01/12/2017 00:01 WIB

“Startup” perawatku.id Delegasi Indonesia ke Seoul dalam ASEAN-Korea Business Council

-

-

Padang, sumbarsatu.com--Prestasi gemilang dikukuhkan oleh salah satu startup Indonesia bernama perawatku.id. Pasalnya, startup asal Padang yang membantu mendapatkan perawat ini berhasil mewakili Indonesia di ajang ASEAN-Korea Business Council di Seoul, Korea pada 20-21 November 2017 lalu.

“Ini sebuah kehormatan bagi kami karena bisa wakiliki Indonesia untuk bersuara dalam mengembangkan sektor UMKM dan startup di kawasan ASEAN,” ujar Ogy Winenriandhika selaku co-founder dan CEO, pada sumbarsatu.com, Kamis (30/11/2017).

Iven ini menjadi batu loncatan bagi startup yang juga peserta Nextdev Academy 2017 ini, karena mereka bisa melakukan banyak tawaran kerja sama dan ilmu baru di sana.

“Banyak tawaran kerja sama karena di hari pertama kita mendapatkan sesi networking dengan cutting-edge corporate di sana yang sudah established. Otomatis ini memberikan insight baru bagi kami sehingga kami bisa akselerasi lebih cepat. Bahkan ada lulusan MBA approach kami untuk bisa bekerja dengan kami,” papar Ogy semangat.

Didirikan pada tahun 2014 sebagai saluran dialog sektor swasta pertama antara ASEAN dan Korea, ASEAN-Korea Business Council (AKBC) terdiri dari organisasi bisnis dan UKM terkemuka di sebelas negara yang bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan jaringan di antara sektor swasta di wilayah.

“Dalam hal ini, KCCI mengundang delegasi pengusaha UKM ASEAN terpilih ke Korea untuk memberikan briefing ahli, pertemuan dengan pejabat pemerintah, tur industri, dan lain-lain. Pelaku bisnis ASEAN-Korea dapat bekerja sama dan mempromosikan pertukaran dengan berbagi informasi mengenai metode dan penyediaan inovasi yang canggih,” tambah Tri yang merupakan co-founder dan COO perawatku.id.

Tim perawatku.id merasa sangat kagum bisa bergabung menjadi startup pilihan untuk bisa ke Korea ini.

“Selama di Seoul, fokus dari Korea sendiri adalah untuk mengutamakan kepentingan nasionalnya. Impor mobil di perketat dengan pajak tinggi, perawatan yang mahal. Sektor kesehatan di regulasi dengan ketat melalui pengaturan paten yang menguntungkan pihak Korea. Di bidang startup dan UMKM Korea mengeluarkan anggaran hingga Rp24 triliun untuk membuat startup center yang membantu UMKM dan startup untuk inovatif. Jujur saja kita iri dan harap pemerintah bisa mengikuti langkah-langkah Korea ini,” harapan Ogy. (SSC)

BACA JUGA