Selasa, 28/11/2017 11:39 WIB

Bandara Sam Ratulangi Manado Tambah Rute Penerbangan Baru

Bandara Sam Ratulangi Manado

Bandara Sam Ratulangi Manado

Manado, sumbarsatu.com--Untuk menambah wisatawan domestik dan khususnya wisatawan internasional, maka Manado harus miliki rute penerbangan baru.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komite II DPDRI I Kadek Arimbawa saat tinjauan lapangan Komite II dalam rangka pengawasan pelaksanaan UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, di Bandara Sam Ratu Langi, Manado pada Senin (27/11/2017).

Kadek berharap agar rute destinasi penerbangan dari manado bisa ditambah.

"Hari ini kami mendapatkan informasi dari pihak Angkasa Pura Manado bahwa rute destinasi dari Manado ke Kuala Lumpur dan arah sebaliknya ini sudah ada. Saya harap untuk destinasi bisa ditambah agar mempermudah masyarakat disini," terangnya.

I Kadek Arimbawa juga menyoroti soal aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas penerbangan.

Menurut Kadek, pihak Angkasa Pura sudah berupaya baik untuk meningkatkan kualitas penerbangan di Manado.

"Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pihak Angkasa Pura di Manado, karena sudah melakukan sejumlah perbaikan dan pengecekan yang membuat penumpang nyaman seperti perbaikan lantai, menjamin kualitas wifi di bandara, rutin melakukan tes kelaiakan pesawat, dan tetap mengutamakan tingkat keamanan dengan pindai berlapis," ujarnya.

Di kesempatan yang sama menurut General Manager Bandara Sam Ratulangi, Minggus Gandeguai, bandara akan diperluas ruang fasilitasnya untuk kebutuhan penerbangan.

"Saat ini luas bangunan bandara sekitar 26.000 m2, ke depan kami akan melakukan perbaikan infrastruktur d bandara dengan mengolah lahan sekitar 4.000 m2 lagi jadi jika sudah selesai maka luasan bandara yang bisa dinikmati adalah 30.000 m2 termasuk pemisahan penerbangan domestik dan internasional," jelasnya.

Sementara itu Senator DPDRI Marhany Pua mengatakan, masalah penerbangan di daerah menjadi contoh kasus bagi penerbangan nasional untuk merumuskan solusi dalam masalah penerbangan.

"Masalah penerbangan harus dapat diatasi pada tingkat daerah, sehingga mempermudah menelusuri potensi permasalahan penyebab kejadian kecelakaan pada moda transportasi udara di Indonesia dalam 5 tahun terakhir," katanya, disela-sela peninjauan Bandara Sam Ratulangi.

Di akhir wawancara Kadek mengatakan bahwa hasil dari kunjungan kerja Komite II akan dibahas di tingkat pusat bersama kementerian terkait.

"Hasil kunjungan kerja Komite II dengan pihak angkasa pura, air nav bandara, otoritas bandara 8 dan pemprov sulut, tentu saja akan kami bawa ke tingkat pusat dalam rapat dengan kementerian terkait," paparnya.

Saat ditanya soal situasi bali dengan ancaman Letusan Gunung Agung, dirinya menyampaikan turut khawatir.

"Saya atas nama pribadi dan Komite II DPDRI, turut khawatir dengan adanya luapan debu dan lahar dingin yang dialami oleh warga di Bali yang berdekatan dengan Gunung Agung, semoga masyarakat bali bersabar dan bali bisa segera kondusif seperti sedia kala, dan saya berharap agar warga tetap waspada agar tidak ada korban jiwa," ucap kadek. (SSC)

BACA JUGA