Minggu, 12/11/2017 11:01 WIB

Inilah Kata Masyarakat tentang Hotel Sakura Syariah di Lubuk Basung

-

-

Lubuk Basung, sumbarsatu.com- keberadaan sebuah hotel berbintang tiga, dengan nama Hotel Sakura Syariah, di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, mendapat sambutan beragam dari warga, seperti pantauan sumbarsatu.com, sejak sepekan lalu.

Kebanyakan warga mengaku kagum, bangga, dan berharap kehadiran hotel berbintang tiga itu memberikan manfaat bagi mereka.

Namun ada pula yang mengaku gamang. Alasannya, selama ini citra hotel tidak begitu bagus di mata warga. Bagi masyarakat awam, hotel,penginapan, homestay, dan sejenisnya, identik dengan tempat maksiat.

“Coba lihat, berapa banyak hotel dan penginapan di daerah ini, yang dimanfaatkan pelaku maksiat untuk bermesum ria,” ujar D. St. Palimo, Jumat (10/11/2017), di Lubuk Basung.

Namun ia tidak terlalu pesimis dengan keberadaan Hotel Sakura Syariah, karena lokasinya di kawasan masyarakat yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Bila saja ada penyimpangan, pemuda sekitar akan bereaksi.

Di sisi lain, ia meyakini pemilik hotel, H. Isman, tidak akan mengizinkan hotelnya dijadikan tempat maksiat. Agar hotel berlabel syariah itu tidak dijadikan tempat berbuat mesum, pengelola mesti menerapkan disiplin tinggi, terutama dalam menerima tamu yang akan menginap.

“Janganlah menerima tamu dari pasangan yang tidak jelas statusnya,” ujarnya.

Sedangkan juru bicara Pemkab Agam, Kabag Humas Setda Agam, Helton, SH, MM, menaruh harapan besar terhadap kehadiran Hotel Sakura Syariah di Ibu Kabupaten Agam, Lubuk Basung. Pemkab Agam dan jajarannya bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di hotel tersebut, untuk berbagai kegiatan, seperti untuk pertemuan, pelatihan, dan sejenisnya.

Ia sepakat dengan St. Palimo, kalau pengelola hotel jangan sampai memberi peluang kepada pasangan ilegal untuk berbuat mesum di hotel berlabel syariah itu.

Helton mengimbau para perantau Agam, yang sukses di eranauan, agar menanamkan modalnya di kampung halaman. Saat ini banyak peluang untuk berinvestasi, seperti di bidang perikanan, pariwisata, pertanian dan perkebunan, sera sektor lain yang belum tersentuh.

“Usaha tambak udang sangat menjanjikan,namun belum ada pemodal yang berminat. Begitu juga sektor pariwisata, banyak objek menjanjikan belum tergarap optimal. Semua itu kini menunggu jamahan anak nagari yang mencintai nagari mereka, “ ujarnya. (MSM)

 

HOTEL SAKURA SYARIAH-1

BACA JUGA