Minggu, 05/11/2017 18:52 WIB

Menteri PUPR akan Ajak Presiden Jokowi ke Solok Selatan

PERESMIAN RESTORASI 40 UNIT RUMAH GADANG

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berdiskusi dengan Muzni Zakaria, Bupati Solok Selatan terkait restorasi SRG

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berdiskusi dengan Muzni Zakaria, Bupati Solok Selatan terkait restorasi SRG

Solok Selatan, sumbarsatu.com—Guru Besar Universitas Andalas, Bambang Istijono mengatakan, sudah sewajarnya Menteri PUPR membantu Seribu Rumah Gadang (SRG) karena tidak banyak rumah gadang yang terletak dalam satu kawasan.

"Adanya hanya di Solsel. Ini merupakan daya tarik dan ikon budaya di Minangkabau," tutur Bambang, Minggu (5/11/2017).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono akan mengajak Presiden Jokowi ke Solok Selatan (Solsel) perihal peresmian peletakan batu pertama restorasi 40 unit rumah gadang di kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG).

"Kami siap membantu untuk restorasi 40 unit rumah gadang dan kita usahakan mengajak Bapak Presiden Jokowi untuk ground breaking  pada Desember 2017 ini," kata Basuki di sela-sela pertemuan dengan Bupati Solsel, H.Muzni Zakaria saat peresmian Rumah Sakit Unand, Sabtu (4/11/2017).

Sementara, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto ketika berkunjung ke Solsel pernah menyebutkan pihaknya pernah dipanggil menteri PUPR terkait restorasi 40 unit rumah gadang di Solsel.

"Kami dipanggil untuk cepat-cepat merealisasikan. Karena, unik dan orisinil. Kami ingin menjadikan Solsel sebagai lokasi wisata yang menarik yang tidak dimiliki daerah lain. Tapi, pak menteri yang lebih berwenang," ucap Arie.

Sebelumnya, tim survei jelajah budaya ke Solsel di antaranya, Yori Antar dan Jay Subiakto menyebutkan kawasan SRG sangat unik dan memiliki ciri khas. Dari survei tersebut didapatkan sebanyak 40 unit rumah gadang dengan kategori kondisi rusak sedang sampai rusak berat sehingga perlu dilakukan pemugaran atau restorasi.

"Kawasan ini memiliki keanekaragaman rumah gadang yang sangat lengkap dibandingkan daerah lainnya, dan usia nya sudah ratusan tahun. SRG sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata. Belum dipoles saja sudah ada sepuluh homestay yang berdiri dengan sanitasi yang sudah cukup baik, ini merupakan modal utama yang luar biasa," tandasnya. (SSC/HMS)

BACA JUGA