Minggu, 22/10/2017 20:46 WIB

Tambak Udang Prospektif, Namun Padat Modal

Tambak udang

Tambak udang

Agam,sumbarsatu.com- Walau usaha tambak udang sangat menjanjikan, namun sampai saat ini belum satu pun investor menyatakan minatnya menanamkan investasinya di KabupatenAgam, ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam, Ermanto, S.Pi, M.Si, Minggu (22/10/2017), ketika dihubungi via ponselnya.

Menurutnya, usaha dimaksud padat modal. Satu unit tambak udang, setidaknya membutuhkan modal Rp500 juta. Hal itu jugalah yang menjadi kendala mengalihkan usaha perikanan sistem keramba jaring apung (KJA) dari Danau Maninjau ke usaha tambak udang di Tanjung Mutiara.

Padahal, lahan untuk pembangunan tambak udang cukup tersedia di sepanjang pantai Tanjung Mutiara. Air laut untuk itu masih bagus, belum tercemar, seperti perairan Danau Maninjau.

Ada keinginan untuk membangun tambak udang percontohan di pantai Tiku, namun pihaknya terkendala dana untuk itu.

“Makanya kami mengimbau para investor, terutama perantau Agam, untuk menginvestasikan uangnya dalam usaha tambak udang. Bahkan, kalau mereka berkenan menjadikan petani ikan KJA sebagai anak angkat pada usaha tambak dimaksud, diyakini upaya penyelamatan Danau Maninjau akan semakin cepat bisa diwujudkan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bagi investor yang akan membangun tambak udang di Agam, Pemkab Agam akan memberi beberapa kemudahan, di antaranya, izin gratis, pembangunan berbagai fasilitas untuk mendukung usaha tersebut, seperti pembangunan jalan, dan keperluan lainnya, yang tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku. (MSM)

BACA JUGA