Kamis, 12/10/2017 13:41 WIB

Zulkifli: Pelabuhan Penasahan Pessel Berpotensi Mendunia

Pel pe

Pel pe

Pessel, sumbarsatu.com--Pelabuhan Kapal Laut Penasahan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai pelabuhan berskala dunia

Bila itu terwujud, berbagai hasil bumi yang ada di Pesisir Selatan maupun daerah tetangga lainnya seperti Muko-Muko, Provinsi Bengkulu dan Kerinci, Jambi dapat diangkut melalui pelabuhan tersebut.

Kepala Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Penasahan, Zulkifli mengatakan, pelabuhan tersebut cukup strategis sehingga ke depannya dapat dikembangkan sebagai pelabuhan skala kelas dunia, terutama sebagai pelabuhan ekspor.

"Ya kita merasa pelabuhan ini potensial untuk bisa go internasional. Untuk itu, kita semua terutama jajaran terkait sama-sama berharap keinginan itu bisa terwujud," ujar Zulkifli, optismis, Kamis (12/10/2017).

Dikatakannya, banyak dampak positif yang bisa didapatkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat apabila skala pelabuhan tersebut nantinya memang beroperasi dalam hal ekspor.

"Yang jelas dampak pelabuhan ini bisa memberikan penambahan pendapatan asli daerah (PAD) dan mengurangi angka pengangguran terhadap masyarakat setempat," ujarnya lagi.

Lanjut Zulkifli mengatakan, arah pengembangan pelabuhan ini untuk menampung hasil komoditi negeri berjulukan sejuta pesona ini, seperti hasil buah inti sawit, pala, cengkeh dan gambir.

Menariknya, pelabuhan ini sudah banyak investor luar Sumbar yang sudah meninjau untuk berinvestasi, dalam itu pihaknya optimis pelabuhan ini akan memberikan dampak yang positif demi memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan daerah.

Oleh karena itu pula, pemerintah Kabupaten setempat tetap menjadikan pengembangan pelabuhan itu dalam skala prioritas pembangunan berkelanjutan, sesuai harapan mampu meningkatkan PAD.

Zulkifli yang baru memimpin wilayah kerja pelabuhan penasahan painan sejak april 2016 lalu menyebutkan arah perbaikan pelabuhan ke sisi lebih baik hendaknya terus progres.

Dan penataan kawasan akan diperindah dan kapal-kapal nelayan yang dahulunya tidak tersusun dan mangkal di pelabuhan telah disosialisasikan kepada masyarakat nelayan untuk mengambil posisi lain, tutupnya. (MIN)

BACA JUGA