Selasa, 10/10/2017 21:35 WIB

Banjir Ranah Batahan Pasbar Meluas, 353 Jiwa Terisolasi

Sejumlah warga terpaksa keluar rumah untuk mengungsi akibat banjir (Foto Sutan Junir)

Sejumlah warga terpaksa keluar rumah untuk mengungsi akibat banjir (Foto Sutan Junir)

Simpang Empat, sumbarsatu.com--Dampak banjir Sungai Batahan yang mentasar Jorong Kampung Baru, Nagari Ranah Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, hingga Selasa malam (10/10/2017) kian bertambah. Hujan lebat terjadi sejak hari Minggu (8/10) lalu.

"Dari hasil pendataan kami sementara yang sebelumnya hanya 13 unit rumah yang rusak saat ini bertambah. Dua unit rumah hanyut dan 20 unit rumah rusak berat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Try Wahluyo Selasa malam.

Pihaknya terus melakukan pendataan kerugian akibat banjir tersebut. Apalagi banyak kampung yang terkena dampak banjir Sungai Batahan itu.

Selain merusak rumah dan menghanyutkan dua unit rumah, luapan banjir itu juga menyebabkan satu unit jembatan menuju Jorong Rura Patontang putus total. Akibatnya sekitar 353 jiwa terisolasi.

Kemudian merusak 14 hektare tanaman jagung masyarakat dan seluas 0,5 hektare kolam siap panen milik kelompok budidaya ikan setempat hanyut serta merusak satu sling jembatan gantung yang menghubungkan dua kampung di daerah itu.

"Banjir juga menghantam kolam ikan milik Kelompok Budidaya Ikan Peridon yang mengakibatkan sekitar 50 ribu ekor ikan mas hanyut dan merusak bangunan kolam. Diperkirakan kelompok peridon mengalami kerugian Rp1,5 miliar," katanya.

Pihaknya bersama tim terpadu PMI, Polri dan TNI serta dibantu masyarakat juga terus memberikan bantuan.

Tim sudah mendirikan satu unit tenda posko bencana, dua unit tenda pengungsi dan dapur umum. Sedangkan untuk penanganan lokasi banjir Dinas Pekerjaan Umum sudah menurunkan satu unit alat berat untuk membuat selokan dan membersihkan material banjir.

Dari Dinas Sosial Pasaman Barat sudah menyalurkan bantuan logistik berupa selimut 120 buah, matras 20, perlengkapan keluarga 50 paket, makanan siap saji 100 kaleng, kebutuhan khusus 25 paket,mie 10 dus,tambahan gizi 8 paket,lauk pauk dua paket dan beras lima karung.

Selain itu pada Selasa (10/10) Wakil Bupati Pasaman Barat Yulianto juga meninjau langsung korban banjir dan memberikan sejumlah bantuan kebutuhan sehari-hari kepada korban banjir.

"Kepada korban banjir diharapkan dapat bersabar menghadapi cobaan ini. Kepada dinas terkait agar memberikan bantuan kepada korban banjir," katanya.

Banjir yang melanda Jorong Kampung Baru Nagari Batahan itu disebabkan hujan lebat yang melanda daerah itu sejak Minggu (8/10) sore.

Hujan yang tidak henti-hentinya menyebabkan banjir datang tiba-tiba pada Senin (9/10) pagi dan merendam rumah warga dengan ketinggian air sekitar satu meter.

Akibat hantaman air itu, puluhan rumah warga yang berada di tepi sungai ada yang rusak berat dan hanyut. Saat ini penghuni rumah untuk sementara pindah kerumah yang lebih aman.

Disebutkan, dampak banjir Sungai Batahan itu tidak saja memberikan dampak kepada Kecamatan Ranah Batahan tetapi juga menimbulkan dampak ke kecamatan lainnya, yakni Parit Koto Balingka. Sampai berita ini ditulis, belum diperoleh informasi korban jiwa manusia. (SSC)

Sejumlah warga terpaksa keluar rumah untuk mengungsi akibat banjir.
Laporan: Sutan Junir

BACA JUGA