Sabtu, 07/10/2017 17:04 WIB

Elpiji 3 Kilogram Langka, Ibu Rumah Tangga di Solok Resah

Antrean mendapatkan gas di sebuah pangkalan ga di Nan Balimo

Antrean mendapatkan gas di sebuah pangkalan ga di Nan Balimo

Solok, sumbarsatu.com--Sudah sepekan, ibu-ibu rumah tangga di Kota Solok resah. Pasalnya, elpiji isi 3 kg langka.
Menurut Ana (29), salah seorang warga Nan Balimo, Solok, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kg. Jika pun ada, harganya di atas eceran dan sulit mendapatkannya.

"Gas merupakan kebutuhan penting bagi ibu-ibu. Harganya saat sekarang Rp27 ribu. Ini mahal, di atas harta eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah," kara Ana kepada sumbarsatu.com, Sabtu (7/10/2017) di Kota Solok.

Hal senada juga disampaikan Devi, warga Villa Dama Transad. Dikatakannya, akibat kelangkaan gas elpiji 3 kg itu, kini banyak ibu rumah tangga yang kembali memasak menggunakan minyak tanah.

"Sebagian ibu-ibu sekarang banyak yang gunakan minyak tanah untuk memasak, tapi minyak tanah sulit juga didapatkan," kata Devi.

Warga berharap, Pemerintah Kota Solok secepatnya melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke sejumlah pangkalan gas yang ada di sejumlah titik di kelurahan.

"Pemerintah harus turun tangan. Bayangkan kelangkaan gas sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Namun belum tampak sikap nyata pemerintah mengatasi masalah ini," kata Devi.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Solok Dasril In Malintang menyebutkan bahwa jatah gas elpigi untuk Kota Solok berlebih. "Namun kemana hilangnya gas sehingga warga Kota solok sendiri susah mendapatkan gas?" tanya Dasril. (HAM)

 

 

Antrean mendapatkan gas di sebuah pangkalan ga di Nan Balimo

BACA JUGA