Jum'at, 06/10/2017 20:40 WIB

Tokoh Penggiat Minyak Atsiri Jadi Narasumber di Konferensi Nasional

DIFASILITASI DINAS PERTANIAN KOTA SOLOK

Djanuardi, salah seorang pengiat minyak atsiri di Solok diundang menghadiri Konferensi Nasional Minyak Atsiri di Malang.

Djanuardi, salah seorang pengiat minyak atsiri di Solok diundang menghadiri Konferensi Nasional Minyak Atsiri di Malang.

Solok, sumbarsatu.com--Djanuardi, salah seorang pengiat minyak atsiri di Solok diundang menghadiri Konferensi Nasional Minyak Atsiri di Malang. Dia diundang ke Malang sebagai narasumber dalam kegiatan Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) yang digelar selama 2 hari sejak tanggal 8-10 Oktober yang akan dihadiri ratusan orang dari berbagai daerah di Indonesia. Konferensi ini dilaksanakan Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian.

"Untuk keberangkatan ke Konferensi Nasional di Malang itu, saya juga difasilitasi Dinas Pertanian Kota Solok," kata Djanuardi kepada sumbarsatu.com, Jumat (6/10/2017).

Selanjutnya, sosok kakek asal Kabupaten Lima Puluh Kota juga akan menghadiri Konferensi International Minyak Atsiri (KINM) yang juga digelar di kota yang sama.

"Dua hari mengikuti acara KNMA, besoknya berlanjut menghadiri acara KINM memenuhi undangan IKM Kemenperind," kata Ketua Kelompok Tani Minyak Atsiri di Sumbar ini.

Djanuardi adalah warga asal Luhak Limo Puluh Kota merupakan mantan BPAN dan Ketua Bamusnag/BMN di Jorong Parumpuang, Nagori Koto Baru Simalonggang Kecamatan Payakumbuh yang berakhir tugas tahun 2014 lalu.

Setelah berakhir tugas, dia tinggal ke Kota Solok dan menekuni pengolahan serai wangi menjadi minyak atsiri untuk dibuat bermacam produk unggulan.

Dia bercerita, karena ketekunan dan keyakinan memperdalam pengetahuan bertani minyak atsirilah yang membuatnya kini banyak diundang untuk membagi pengalaman.

Lanjutnya, dalam kelompok yang dipimpinnya minyak atsiri telah dibuat beberapa produk olahan di antaranya produk sabun padat dan cair seteh wangi (aromatherapy), sabun padat dan cair minyak nilam (aromatherapy), minyak urut serai wangi murni sekaligus sebagai obat tradisional penyakit kulit, syaraf, reumatik dan asam urat, dan antihama organik. Sementara, dari air limbah produks minyak atsiri serai wangi, dijasikan pakan ternak/hijauan dari limbah padat produksi.

"Pemasaran hasil produk masih dilakukan masih secara konvensional," katannya.

Dalam pengetahaun umum, minyak atsiri atau dikenal juga sebagai minyak eterik (aetheric oil), minyak esensial (essential oil), minyak terbang (volatile oil), serta minyak aromatik (aromatic oil), adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas.

Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan, hasil sulingan (destilasi) minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.

Para ahli biologi menganggap minyak atsiri sebagai metabolit sekunder yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan (hama) ataupun sebagai agensia untuk bersaing dengan tumbuhan lain (lihat alelopati) dalam mempertahankan ruang hidup. Walaupun hewan kadang-kadang juga mengeluarkan bau-bauan (seperti kesturi dari beberapa musang atau cairan yang berbau menyengat dari beberapa kepik), zat-zat itu tidak digolongkan sebagai minyak atsiri.

Minyak atsiri bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah. Selain itu, susunan senyawa komponennya kuat memengaruhi saraf manusia (terutama di hidung) sehingga seringkali memberikan efek psikologis tertentu.

Setiap senyawa penyusun memiliki efek tersendiri, dan campurannya dapat menghasilkan rasa yang berbeda. Karena pengaruh psikologis ini, minyak atsiri merupakan komponen penting dalam aromaterapi atau kegiatan-kegiatan liturgi dan olah pikiran/jiwa, seperti yoga atau ayurveda.

Sebagaimana minyak lainnya, sebagian besar minyak atsiri tidak larut dalam air dan pelarut polar lainnya. Dalam parfum, pelarut yang digunakan biasanya alkohol. Dalam tradisi timur, pelarut yang digunakan biasanya minyak yang mudah diperoleh, seperti minyak kelapa.

Secara kimiawi, minyak atsiri tersusun dari campuran yang rumit berbagai senyawa, namun suatu senyawa tertentu biasanya bertanggung jawab atas suatu aroma tertentu. Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan senyawa organik terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam minyak (lipofil). (HAM)

 

BACA JUGA