Selasa, 03/10/2017 16:35 WIB

Disusun Rencana Aksi Pengembangan Pariwisata Solok

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di Batu Bagiriek, Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di Batu Bagiriek, Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.

Arosuka, sumbarsatu.com--Pariwisata salah satu sumber pendapatan daerah Kabupaten Solok. Maka, potensinya harus dikembangkan secara profesional.

Hal itu dikatakan Gubenur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, saat menghadiri penyusunan rencana aksi pembangunan pariwisata untuk peningkatan ekonomi di Batu Bagiriek Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Selasa, (3/10/2017).

Penyusunan rencana aksi pembangunan pariwisata tersebut dihadiri Bupati Solok, H. Gusmal, SE. MM, Asisten Atase Kebudayaan Kedutaan Besar AS, Rektor Unand, Kepala SKPD Sumbar dan Kabupaten Solok serta Camat Lembah Gumanti.

"Pengembangan dan pemanfaatan sumber daya dan potensi pariwisata di Kabupaten Solok diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi," kata Irwan.

Pariwisata dipandang sebagai kegiatan yang mempunyai multidimensi dari rangkaian suatu proses pembangunan serta embangunan sektor pariwisata juga menyangkut aspek sosial budaya, ekonomi dan politik.

"Penyelenggaraan kepariwisataan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan daerah/nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat," tukuknya.

Irwan menambahkan, pariwisata juga memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperkenalkan dan mendayagunakan obyek dan daya tarik wisata di Kabupaten Solok serta memupuk rasa cinta tanah air.

"Perkembangan pariwisata harus mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Kegiatan pariwisata tambahnya, harus menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa.

Selama berwisata, wisatawan berbelanja, sehingga secara langsung menimbulkan permintaan pasar barang dan jasa. Wisatawan secara tidak langsung menimbulkan permintaan akan barang modal dan bahan untuk berproduksi memenuhi permintaan wisatawan akan barang dan jasa tersebut.

Gubenur menambahkan, dampak pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat lokal yaitu terhadap penerimaan devisa, pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, harga barang, distribusi masyarakat atau keuntungan, kepemilikan dan kontrol, pembangunan dan dampak terhadap pendapatan pemerintah daerah.

Majunya industri pariwisata suatu daerah sangat bergantung kepada jumlah wisatawan yang datang, karena itu harus ditunjang dengan peningkatan pemanfaatan Daerah Tujuan Wisata (DTW) sehingga industri pariwisata akan berkembang dengan baik, ujarnya.

Kabupaten Solok yang memiliki pemandangan alam, danau dan pegunungam yang indah sangat mendukung bagi berkembangnya sektor industri pariwisata di Solok, pungkas gubernur. (SSC)

BACA JUGA