Minggu, 01/10/2017 17:36 WIB

Pemkab Padang Pariaman Gelar Peringatan Gempa 30 September 2009 di Tarok

Memperingati kejadian gempa 30 September 2009 lalu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman gelar tablik akbar dan zikir bersama di Masjid Al Huda Tarok, Nagari Kapalo Hilalang Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, Sabtu (30/9/2017).

Memperingati kejadian gempa 30 September 2009 lalu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman gelar tablik akbar dan zikir bersama di Masjid Al Huda Tarok, Nagari Kapalo Hilalang Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, Sabtu (30/9/2017).

2 x 11 Kayu Tanam, sumbarsatu.com--Memperingati kejadian gempa 30 September 2009 lalu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman gelar tablik akbar dan zikir bersama di Masjid Al Huda Tarok, Nagari Kapalo Hilalang Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, Sabtu (30/9/2017).

Menghadirkan Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumbar, Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, MA sebagai penceramah, peringatan 8 tahun pascaterjadinya gempa yang meluluhlantakkan Padang Pariaman berjalan khidmat dan lancar.

Mesjid Al Huda yang juga hancur pada waktu gempa sekarang sudah berdiri megah dan kuat dipenuhi jemaah yang terdiri dari ASN Padang Pariaman, ASN Kamenag Padang Pariaman, TNI, Polri, Ormas, OKP, masyarakat Tarok dan Nagari Kapalo Hilalang.

Terlihat hadir Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Wakil Bupati Padang Pariaman, Dandim Letkol Arh Hermawansyah, Wakapolres Padang Pariaman Kompol Yuhandri, Sekda Jonpriadi, Staf Ahil, Asisten Kepala OPD dan Bagian di lingkungan Pemkab Padang Pariaman, Kepala Kantor Kementerian Agama Padang Pariaman Helmi, Wali Nagari Kapalo Hilalang Taufik.

Dalam sambutannya Bupati Ali Mukhni mengharapkan peringatan gempa 30 September 2009 harus terus dilaksanakan setiap tahun sebagai penginggat bahwa Padang Pariaman langganan bencana sehingga seluruh masyarakat selalu waspada.

"Yang namanya musibah tidak pernah mengucapkan salam datangnya. Untuk itu, kita selalu sampaikan kepada masyarakat untuk selalu berdoa kepada Allah supaya kita dihindari dari bencana. Karena daerah kita tiada hari tanpa bencana," ujarnya.

Bupati Ali Mukhni juga menjelaskan tujuan diadakannya peringatan gempa itu di Tarok. Bahwa kegiatan peringatan gempa diadakan secara bergiliran di seluruh wilayah Padang Pariaman.

"Tahun ini, Tarok Nagari Kapalo Hilalang mendapat giliran sekaligus sebagai penghormatan bagi warga Tarok yang daerahnya selalu menjadi pembicaraan di mana mana karena adanya rencana pembangunan Kawasan Pendidikan Tarok," ungkap peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

Sebelumnya, Wali Nagari Kapalo Hilalang Taufik mengungapkan kebahagiaannya atas diselenggarakannya peringatan gempa 30 September 2009 di Nagarinya. Dia juga mengajak jemaah untuk membentengi hati agar siap menerima cobaan dan bencana yang terjadi.

Selanjutnya, mantan PNS di Satpol PP Padang Pariaman itu menjelaskan tentang awal rencana pembangunan Tarok City di Kapalo Hilalang.

Menurutnya, masyarakat menerima dan menyambut dengan baik rencana pembanguna tersebut. Dia menyatakan bahwa secara resmi hitam di atas putih persetujuan masyarakat dan tokoh masyarakat terhadap rencana pembangunan tersebut.

"Ada tiga pernyataan yang ditanda tangani oleh pemuka masyarakat terkait rencana pembangunan Tarok City," jelas Taufik.

"Kami, Wali Nagari menganggap itu sah sebagai persetujuan dari pihak masyarakat Kapalo Hilalang. Kami terganggu dengan adanya pernyataan segelintir orang yang menolak pernyataan yg telah dibuat dinyatakan tidak sah dan tidak asli,' jelasnya lagi.

"Walaupun demikian, kami senang adanya riak yang terjadi, karena dengan kondisi itu kami menjadi tahu siapa dan apa yang akan kami lakukan terhadap orang tersebut," katanya lagi dengan semangat.

Menurut Taufik, apa yang direncanakan oleh Pemkab Padang Pariaman adalah tujuan yang baik dan mulia karena akan membangun fasilitas pendidikan yang akan mencerdaskan anak bangsa sesuai UUD 1945.

Wali Nagari Taufik juga menantang orang yang tidak setuju dengan pembangunan Tarok City untuk berhadapan dcengan dia guna berdiskusi dan saling memperlihatkan dokumen sah dan resmi dalam mencari mana yang benar.

Sementara itu, dalam tausyiahnya, Dr. Drs. H. Shofwan Karim Elhussein, MA mengajak jemaah untuk mengingat kejadian gempa sebagai ujian dan peringatan dari Allah SWT karena Allah sayang kepada ummatnya. Kemudian, jadikan peringatan tersebut sebagai motivasi menata dan memperbaiki diri pada masa mendatang.

Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah itu juga mengingatkan bahwa bertepatan pada tanggal 30 September juga diperingati tahun baru Islam 1439 Hijriah.

"Momen tahun baru ini mengingatkan kita untuk terus memperbaiki diri dengan melakukan peningkatan iman, taqwa dan pelayanan kepada masyarakat," kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Sumbar (UMSB).

Shofwan tidak dapat menutupi salutnya kepada Bupati dan Wabup yang kompak dalam memimpin daerah. Dia juga memuji rencana pembangunan Kawasan Tarok sebagai Center Excellen Sumatera Barat. Bahkan, Shofwan pun memohon lahan untuk dapat mendirikan UMSB di Tarok. (SSC)

 

BACA JUGA