Rabu, 27/09/2017 16:56 WIB

Maatam Tabuik, 2 Wisatawan dari Jepang Terpesona

2 wisatawam asal Jepang turut menyaksikan prosesi maatam tabuik Piaman

2 wisatawam asal Jepang turut menyaksikan prosesi maatam tabuik Piaman

Pariaman, sumbarsatu.com--Salah satu prosesi dalam pembuataan Tabuik Piaman ialah Maatam. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang kematian cucu Nabi Muhammad, yaitu Hasan dan Husain, yang biasanya dilakukan setelah salat Zuhur.

Maatam dilakukan dengan cara mengelilingi daraga dengan membawa panja yang berisikan loyang serta melemparkan beras kuning ke arah daraga sebanyak 8 kali putaran.

Menurut Syarifuddin(65), tokoh masyarakat Subarang, Rabu (27/9/2017), kegiataan maatam ini dilakukan setiap tahun dan termasuk ke dalam kegiatan prosesi pembuatan tabuik yang bertujuan untuk mengenang kematian Hasan dan Husain, cucu Nabi Muhammad.

Dalam prosesi ini, tempak masyarakat lokal yang sangat antusias terhadap prosesi tabuik Piaman, melainkan juga wisatawan dari mancanegara.

Pada saat kegiatan maatam dilakukan, juga terlihat wisatawan dari Jepang yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut. Ohata Kimmino (25) dan Izumi Shimana (21) mengaku mereka sangat senang dan antusias dengan acara ini dan juga ingin memperkenalkan budaya tabuik ini ke negaranya.

"Mereka sendiri mengaku sedang menjalani program Nihon Go Patners, Gelombang 8 Japan Foundation yang tujuannya membantu mengajarkan bahasa jepang dan kebudayaan jepang ke pada masyarakat Sumbar," ungkap Hesty Tarmizi selaku pendamping dan penerjemah mereka selama di Sumbar, yang kesehariannya berprofesi sebagai Guru Bahasa Jepang di SMA Pembangunan UNP Padang.

Hesty menyebutkan, gendang tasa hampir sama dengan kebudayaan Jepang yaitu Taeko (gendang) yang biasanya digunakan pada perayaan agama Budha di Kuil.

"Mereka sangat tertarik untuk hadir mengikuti acara puncak Tabuik yang akan dilaksanakan tanggal 1 Oktober mendatang," jelas Hesty. (SSC)

BACA JUGA